Korlantas Gelar Ritual Adat di Bali untuk Mohon Kelancaran Kemala Run 2026

- Jumat, 17 April 2026 | 14:55 WIB
Korlantas Gelar Ritual Adat di Bali untuk Mohon Kelancaran Kemala Run 2026

Di bawah langit Bali yang cerah, Irjen Agus Suryonugroho, sang Kakorlantas Polri, turut menghadiri sebuah upacara adat dan doa bersama. Agenda ini bukan sekadar formalitas. Lebih dari itu, ini adalah bentuk penghormatan mendalam terhadap budaya lokal, mengingat Kemala Run 2026 akan digelar di Pulau Dewata. Mereka juga memohon keselamatan dan kelancaran untuk acara lari yang dijadwalkan pada Minggu, 19 April mendatang itu.

Menurut sejumlah saksi, upacara yang digelar Kamis (16/4/2026) lalu itu berlangsung khidmat di Pura Penataran Agung Besakih, Karangasem. Tampak hadir mendampingi, Ketua Panitia Pelaksana Kemala Run 2026, Ny. Deny Agus Suryonugroho. Rupanya, agenda spiritual ini baru dilaksanakan setelah mereka selesai meninjau kesiapan venue dan rute di Bali United Training Centre.

Yang menarik, seluruh rombongan tampak mengenakan pakaian adat Bali. Mereka mengikuti setiap prosesi dengan khidmat di dalam area pura yang suci.

"Hari ini saya senang sekali bisa berdoa bersama-sama di Pura Besakih tentunya dalam rangka kegiatan Kemala Run dan sekaligus berdoa untuk kepolisian agar kami bisa selalu dekat dengan masyarakat, dan melindungi masyarakat, dan kami sangat bangga,"

Ujar Irjen Agus seusai acara.

Namun begitu, rangkaian doa tak hanya berpusat di Besakih. Dipimpin oleh Kabag Renmin Korlantas Polri, Kombes I Made Agus Prasatya, ritual serupa juga digelar di enam pura lain yang tersebar di Bali. Lokasinya meliputi Pura Manik Corong, Pusering Jagat, Kebo Edan, Pengukur-ukuran, Samuan Tiga, dan tak ketinggalan Pura Masceti.

Intinya, semua doa dan ritual itu ditujukan untuk satu harapan: agar persiapan hingga pelaksanaan Kemala Run 2026 nanti bisa berjalan tanpa kendala. Juga untuk keselamatan seluruh anggota Polri yang akan bertugas mengamankan acara besar tersebut. Sebuah langkah yang menunjukkan bahwa di balik operasi pengamanan yang solid, ada permohonan restu yang tulus pada nilai-nilai lokal setempat.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar