Duka kembali menyelimuti lingkungan hukum Indonesia. Hari Selasa (16/12) lalu, Hakim Agung Kamar Perdata Mahkamah Agung, Haswandi, berpulang. Ia menghembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, dalam usia 64 tahun.
Sebagai bentuk penghormatan, jenazah almarhum akan dilepas dalam sebuah upacara di Balairung Mahkamah Agung. Demikian disampaikan oleh institusi tersebut melalui situs resminya.
"Seluruh keluarga besar Mahkamah Agung Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum. Semoga arwah almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan,"
Lalu, seperti apa perjalanan karier sang hakim agung?
Mengenang Jejak Haswandi
Pria kelahiran Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, 2 April 1961 ini memulai langkahnya di dunia peradilan pada 1985. Saat itu, ia menjadi calon hakim di Bukittinggi. Baru empat tahun kemudian, tepatnya 1989, ia resmi diangkat sebagai hakim di Pengadilan Negeri Pariaman.
Kariernya terus berlanjut. Ia bertugas di beberapa pengadilan, seperti di Kuala Simpang dan Lubuk Pakam, hingga tahun 1998. Pengalaman itu membawanya ke posisi struktural pertama: Wakil Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai pada 2002.
Dua tahun berselang, ia memimpin Pengadilan Negeri Batusangkar sebagai ketua. Perjalanan kerjanya kemudian membawanya ke Pulau Jawa. Pada 2007, Haswandi ditempatkan sebagai hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Dari 2011 hingga 2023, ia memegang sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua dan juga Ketua di Pengadilan Negeri Batam. Di Jakarta, ia juga pernah memimpin Pengadilan Negeri Jakarta Barat dan kembali ke Jakarta Selatan, kali ini sebagai ketua.
Puncak karier di Mahkamah Agung mulai ia raih pada 2016. Saat itu, ia dipercaya sebagai Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Umum. Lalu, pada 2020, ia menjabat Panitera Muda Perdata Khusus.
Puncaknya tiba di tahun 2021. Haswandi akhirnya dilantik menjadi Hakim Agung Kamar Perdata, mengukuhkan dedikasinya yang panjang untuk penegakan hukum di Indonesia.
Kini, perjalanan itu telah berakhir. Namun, kontribusinya tentu akan tetap dikenang.
Artikel Terkait
Truk Tangki Modifikasi Muat 5 Ton Solar Terguling, Puluhan Kecelakaan Beruntun di Bangkalan
Polisi Bongkar Judi Online Skala Besar di Batam, Dua Tersangka Kelola Lebih dari 200 Ribu Akun
Penundaan 11 Jam Sriwijaya Air SJ-581, Penumpang Mengeluhkan Minimnya Kompensasi dan Komunikasi
PSM Makassar Kalahkan Bhayangkara 2-1, Modal Penting Jauhi Zona Degradasi Liga 1