Harga emas batangan Antam catatkan penurunan pada Rabu (26/11). Rilis dari situs Logam Mulia menunjukkan, harga jual emas Antam turun Rp 2.000, sehingga dibanderol di angka Rp 2.378.000 per gram.
Tak cuma harga jual, nilai buyback-nya juga ikut melemah. Angkanya sama, turun Rp 2.000, sehingga posisi jual kembali berada di Rp 2.239.000 per gram.
Di sisi lain, ada sedikit angin segar bagi pembeli emas akhir. Berdasarkan PMK Nomor 48 Tahun 2023, konsumen akhir kini dibebaskan dari Pajak Penghasilan (PPh) saat membeli emas batangan. Namun begitu, kewajiban beralih ke pengusaha emas yang harus memungut PPh 22. Besarannya 0,25 persen dari harga jual, lebih rendah ketimbang aturan lama yang mencapai 0,45 persen.
Perlu diingat, harga-harga ini adalah patokan yang berlaku di Butik Emas Graha Dipta, Pulo Gadung, Jakarta. Kalau Anda beli di gerai lain, harganya bisa saja berbeda, lho.
Nah, buat yang penasaran dengan rincian lengkapnya, ini daftar harga emas Antam di situs Logam Mulia:
1 gram: Rp 2.378.000
2 gram: Rp 4.696.000
3 gram: Rp 7.019.000
5 gram: Rp 11.665.000
10 gram: Rp 23.275.000
25 gram: Rp 58.062.000
50 gram: Rp 116.045.000
100 gram: Rp 232.012.000
250 gram: Rp 579.765.000
500 gram: Rp 1.159.320.000
1.000 gram: Rp 2.318.600.000
Bagaimana dengan Galeri24?
Sementara itu, di kubu lain, harga emas Galeri24 justru meroket. Pada hari yang sama, Rabu (26/11), harga emasnya melesat naik Rp 32.000 menjadi Rp 2.416.000 per gram. Sedangkan untuk harga buyback-nya berada di level Rp 2.257.000 per gram.
Berikut rincian harga emas Galeri24:
1 gram: Rp 2.416.000
2 gram: Rp 4.761.000
5 gram: Rp 11.815.000
10 gram: Rp 23.566.000
25 gram: Rp 58.772.000
50 gram: Rp 117.451.000
100 gram: Rp 234.786.000
250 gram: Rp 583.232.000
500 gram: Rp 1.166.463.000
1.000 gram: Rp 2.332.924.000
Artikel Terkait
Empat Saham Prajogo Pangestu Tembus Jajaran Top Gainers BEI, BREN Melonjak 34,69 Persen
Wall Street Cetak Rekor Penutupan Tertinggi Sepanjang Masa di Tengah Harapan Gencatan Senjata AS-Iran
PT Segar Kumala Indonesia Bagikan Dividen Final Rp25 Miliar untuk Tahun Buku 2025
ADRO dan AADI Tunggu Aturan Resmi Pemerintah soal Pembentukan BUMN Ekspor Tunggal