“Jadi apakah itu langsung disebabkan virus kita tidak bisa menyatakan, karena dia (pasien) memang memiliki komobid yang banyak,” katanya lagi.
Intinya, kematian ini tak bisa serta-merta disimpulkan sebagai akibat langsung dari super flu. Faktor penyakit lain yang sudah ada sebelumnya diduga kuat berperan besar.
Di sisi lain, RSHS Bandung mencoba menenangkan publik. Mereka menyatakan bahwa super flu ini tidak lebih berbahaya jika dibandingkan dengan Covid-19 di masa lalu. Tapi ya, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama untuk kelompok rentan seperti orang lanjut usia atau mereka yang punya penyakit kronis.
Gejala flu berat yang tak kunjung membaik? Segera periksakan diri. Itu imbauan utama mereka. Yang penting, jangan sampai panik.
Pola hidup sehat, menjaga daya tahan tubuh, dan tentu saja kebersihan diri serta lingkungan menjadi kunci. Dengan tindakan pencegahan yang tepat dan penanganan medis yang cepat, risiko dampak serius dari virus ini sebenarnya bisa dikendalikan.
Artikel Terkait
Kemensos: 90% Bansos Reguler Tersalur, Rp632 Miliar Dikucurkan untuk Korban Bencana Sumatera
BRI Salurkan KUR Rp178,8 Triliun dan KPR Subsidi Rp16,6 Triliun Sepanjang 2025
Pemerintah Perpanjang Tenor Dana SAL hingga 2026, BRI Sambut Positif
TikTokers Gowa Didenda Rp1 Miliar Gara-gara Siarkan Langsung BYON Combat Ilegal