“Jadi apakah itu langsung disebabkan virus kita tidak bisa menyatakan, karena dia (pasien) memang memiliki komobid yang banyak,” katanya lagi.
Intinya, kematian ini tak bisa serta-merta disimpulkan sebagai akibat langsung dari super flu. Faktor penyakit lain yang sudah ada sebelumnya diduga kuat berperan besar.
Di sisi lain, RSHS Bandung mencoba menenangkan publik. Mereka menyatakan bahwa super flu ini tidak lebih berbahaya jika dibandingkan dengan Covid-19 di masa lalu. Tapi ya, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama untuk kelompok rentan seperti orang lanjut usia atau mereka yang punya penyakit kronis.
Gejala flu berat yang tak kunjung membaik? Segera periksakan diri. Itu imbauan utama mereka. Yang penting, jangan sampai panik.
Pola hidup sehat, menjaga daya tahan tubuh, dan tentu saja kebersihan diri serta lingkungan menjadi kunci. Dengan tindakan pencegahan yang tepat dan penanganan medis yang cepat, risiko dampak serius dari virus ini sebenarnya bisa dikendalikan.
Artikel Terkait
FCC Beri Izin, Armada Satelit Starlink Elon Musk Bakal Tembus 15.000 Unit
Nobar Berujung Ricuh: Petasan Picu Bentrok Suporter di Depok
Korban Jiwa Membengkak, Iran Hadapi Gelombang Kerusuhan Terbesar
Ketegangan Iran-AS Memanas, Ketua Parlemen Ancam Serang Israel dan Pangkalan Amerika