Sepanjang 2025, emas tercatat melesat hampir 70 persen. Bayangkan! Ketegangan geopolitik di sana-sini, ditambah kekhawatiran soal kondisi fiskal beberapa negara besar, membuat investor berduyun-duyun mencari pelindung. Emas, dengan reputasinya sebagai safe-haven, jadi pilihan utama.
Dan trennya masih berlanjut. Di minggu pertama 2026 saja, harga sudah naik lagi 3,6 persen. Sepertinya emas masih punya tenaga.
Yang menarik, bank sentral seolah tutup mata dengan harga tinggi itu. Mereka justru terus memburu emas batangan. WGC memperkirakan, pembelian bersih mereka tahun 2025 bisa tambah lagi sekitar 1.000 ton. Jumlah yang sangat besar.
Bagi banyak pengamat, ini bukan sekadar fluktuasi biasa. Ini adalah pergeseran struktural yang serius. Bank sentral dunia tampaknya mulai mengurangi ketergantungan pada aset berdenominasi dolar, lalu beralih secara masif ke emas. Sebuah perubahan landscape keuangan global yang patut dicermati.
Artikel Terkait
Dubes Iran Akui Kondisi Selat Hormuz Mirip Masa Perang, Kapal Pertamina Masih Tertahan
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Dukung Lonjakan Pengguna KRL
Gapensi Proyeksikan Kenaikan Biaya Konstruksi hingga 8% Akibat Lonjakan Harga Energi
Prancis Resmi Tarik Seluruh Cadangan Emas dari New York ke Paris