Pemulihan Pascabencana di Sumatera Dipercepat, Fokus pada Pendidikan dan Rumah Ibadah Jelang Ramadan

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:05 WIB
Pemulihan Pascabencana di Sumatera Dipercepat, Fokus pada Pendidikan dan Rumah Ibadah Jelang Ramadan

Menyongsong Ramadan, pemerintah ternyata sedang menggenjot upaya pemulihan di Sumatera. Pasca bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, fokusnya kini meluas. Tak cuma soal infrastruktur yang rusak, tapi juga hal-hal yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga: pendidikan dan kegiatan sosial-keagamaan. Perbaikan sekolah dan rumah ibadah jadi prioritas.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Menko PMK, Pratikno, dalam sebuah rapat koordinasi awal. Tujuannya jelas: mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah-wilayah yang porak-poranda itu.

"Koordinasi awal ini difokuskan pada percepatan pendataan sebagai dasar perencanaan pemulihan lintas sektor," jelas Pratikno.

Dia menambahkan, prioritas penanganan mencakup banyak hal. Mulai dari membangun kembali infrastruktur dan rumah warga, memulihkan ekonomi lokal, sampai mengembalikan layanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan, dan tentu saja, kehidupan sosial keagamaan masyarakat.

Di sisi lain, kondisi di lapangan ternyata tidak seragam. Pantauan pemerintah menunjukkan, beberapa kabupaten masih berkutat dengan fase tanggap darurat. Namun begitu, sebagian besar daerah lainnya sudah mulai bisa menarik napas, bersiap masuk ke tahap rehabilitasi. Artinya, penanganannya nggak bisa disamaratakan. Harus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan masing-masing daerah.

Nah, soal pemulihan ekonomi, pemerintah mendorong dari dua sisi. Pasokan dan permintaan. Caranya? Dengan menguatkan sektor-sektor penting seperti pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan. Sementara itu, untuk menjaga daya beli masyarakat yang sempat terpuruk, bantuan sosial juga terus disalurkan.

Yang menarik, pemerintah nggak hanya berpikir untuk jangka pendek. Ada visi yang lebih jauh di sana. Rehabilitasi dan rekonstruksi ini diarahkan untuk menciptakan daerah yang lebih tahan banting, lebih tangguh jika suatu saat bencana datang lagi.

"Kita tidak hanya memulihkan, tetapi membangun daerah menjadi lebih baik dan lebih tangguh," tegas Pratikno menegaskan komitmen itu.

Untuk mewujudkannya, ada penguatan tata kelola. Peran BNPB dan Satgas dibuat lebih jelas. BNPB tetap fokus pada fase darurat, sementara Satgas akan memimpin fase pemulihan jangka panjang. Agar keputusan yang diambil tepat sasaran, Satgas juga didorong memiliki data tunggal yang presisi, terintegrasi dalam satu dashboard.

Aspek kesehatan pun tak luput dari perhatian. Pencegahan penyakit menular pascabanjir menjadi salah satu poin kritis dalam pemulihan sektoral ini. Semua diupayakan agar kehidupan di Sumatera bisa kembali berdenyut, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar