Menyongsong Ramadan, pemerintah ternyata sedang menggenjot upaya pemulihan di Sumatera. Pasca bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, fokusnya kini meluas. Tak cuma soal infrastruktur yang rusak, tapi juga hal-hal yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga: pendidikan dan kegiatan sosial-keagamaan. Perbaikan sekolah dan rumah ibadah jadi prioritas.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Menko PMK, Pratikno, dalam sebuah rapat koordinasi awal. Tujuannya jelas: mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah-wilayah yang porak-poranda itu.
"Koordinasi awal ini difokuskan pada percepatan pendataan sebagai dasar perencanaan pemulihan lintas sektor," jelas Pratikno.
Dia menambahkan, prioritas penanganan mencakup banyak hal. Mulai dari membangun kembali infrastruktur dan rumah warga, memulihkan ekonomi lokal, sampai mengembalikan layanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan, dan tentu saja, kehidupan sosial keagamaan masyarakat.
Di sisi lain, kondisi di lapangan ternyata tidak seragam. Pantauan pemerintah menunjukkan, beberapa kabupaten masih berkutat dengan fase tanggap darurat. Namun begitu, sebagian besar daerah lainnya sudah mulai bisa menarik napas, bersiap masuk ke tahap rehabilitasi. Artinya, penanganannya nggak bisa disamaratakan. Harus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan masing-masing daerah.
Artikel Terkait
ASEAN Desak AS dan Iran Segera Kembali ke Meja Perundingan
Sunderland Tundukkan Tottenham 1-0 Berkat Gol Tunggal Mukiele
BI Perkuat Intervensi di Pasar Valas untuk Jaga Stabilitas Rupiah
Aset Bank Syariah Nasional Tembus Rp76 Triliun di Kuartal Pertama 2026