866 Pelajar di Bangka Belikat Terima Bantuan PIP, Melati: Pendidikan adalah Hak Dasar

- Kamis, 08 Januari 2026 | 19:05 WIB
866 Pelajar di Bangka Belikat Terima Bantuan PIP, Melati: Pendidikan adalah Hak Dasar

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Melati, kembali menegaskan komitmennya pada dunia pendidikan. Lewat jalur aspirasi DPR, ia baru saja menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 866 pelajar di Bangka Belitung. Mereka yang mendapat bantuan ini berasal dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, hingga SMA dan SMK.

Ini bukan sekadar wacana. Bantuan PIP tersebut adalah langkah nyata. Tujuannya jelas: memastikan anak-anak tetap bisa sekolah meski kondisi ekonomi keluarga mereka serba terbatas. Dana ini diharapkan bisa menjadi penyemangat agar para siswa tak patah arang. Mereka bisa terus mengembangkan diri dan memandang masa depan dengan lebih optimis.

“Pendidikan adalah hak dasar setiap anak,” tegas Melati, yang berasal dari partai pimpinan Presiden Prabowo Subianto itu. Baginya, alasan ekonomi seharusnya tak pernah jadi penghalang.

Mengawal akses pendidikan, menurutnya, sama saja dengan berinvestasi untuk jangka panjang bangsa. Investasi itu nantinya akan berbuah pada terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing.

Dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (8/1/2025), Melati memaparkan bahwa dana PIP bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Mulai dari membeli buku dan seragam, biaya transportasi, hingga keperluan pendidikan lain yang mendesak.

“Bahkan, orang tua bisa memakainya untuk mendukung kursus tambahan anak, misalnya belajar bahasa asing atau mengasah bakat di bidang seni,” ujarnya. Intinya, dana itu harus disesuaikan dengan minat dan potensi si anak.

Harapannya, bantuan itu benar-benar dipakai optimal. Bukan cuma untuk bertahan di sekolah formal, tapi juga untuk mengembangkan kemampuan di luar kelas. Dengan begitu, siswa tak cuma sekadar hadir, tapi juga bisa tumbuh sesuai dengan bakat yang dimiliki.

Di sisi lain, Program Indonesia Pintar sendiri punya peran krusial. Program ini dinilai ampuh menekan angka putus sekolah, khususnya di daerah kepulauan seperti Bangka Belitung yang punya tantangan geografis tersendiri. Dukungan semacam inilah yang diharapkan bisa mempersempit kesenjangan akses pendidikan.

“Dari Bangka Belitung, untuk Indonesia yang lebih sejahtera.” Kalimat itu menjadi semangat dalam penyaluran PIP kali ini. Pesannya sederhana namun mendasar: pemerataan pendidikan adalah fondasi utama jika kita ingin membangun masa depan bangsa yang adil dan berkelanjutan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar