Strategi yang dijalankan PT Bank Mega Syariah untuk memanfaatkan momentum Ramadan ternyata membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Setelah bulan suci berakhir pada 21 Maret 2026, catatan kinerja mereka menunjukkan angka yang positif.
Yang paling mencolok adalah akuisisi dana pihak ketiga atau DPK. Bank berhasil menghimpun dana baru senilai lebih dari Rp709 miliar. Tidak hanya itu, mereka juga berhasil menambah sekitar 5,6 ribu rekening baru. Capaian ini tentu bukan datang tiba-tiba.
Menurut pihak bank, hasil ini didorong oleh serangkaian kegiatan yang mereka gelar selama Ramadan. Mereka cukup aktif menjangkau masyarakat di berbagai daerah, lewat acara seperti "Road To Diantara Doa" dan "Tausiyah Gen Hajj". Kegiatan semacam ini rupanya efektif menjalin kedekatan.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, menjelaskan lebih lanjut.
"Kami melengkapi semua kegiatan itu dengan program unggulan, AMAL 2026. Itu singkatan dari Aktivasi M-Syariah di Bulan Ramadan," ujarnya dalam pernyataan resmi, Senin (13/4/2026).
Benadicto menambahkan, tujuan mereka tak sekadar mencari nasabah baru. Mereka juga ingin meningkatkan literasi keuangan syariah dan mempererat hubungan dengan berbagai komunitas di tanah air. Pendekatan berbasis komunitas ini dianggap strategis untuk mengenalkan layanan perbankan syariah dalam keseharian masyarakat, mulai dari tabungan sampai transaksi digital.
"Capaian akuisisi DPK baru ini menunjukkan preferensi nasabah yang semakin kuat," kata Benadicto.
Ia melanjutkan, nasabah kini cenderung memilih produk tabungan yang memberikan imbal hasil kompetitif, tapi tetap patuh pada prinsip syariah. Di sisi lain, tren ini juga membuktikan bahwa transformasi digital bank mereka berjalan sukses. Proses buka rekening dan bertransaksi kini jauh lebih praktis, bisa dilakukan sepenuhnya online.
Data transaksi selama Ramadan pun ikut menguat. Lewat aplikasi M-Syariah, tercatat lebih dari 230 ribu transaksi dengan nilai total melampaui Rp243 miliar. Angka itu tumbuh lebih dari 24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Fitur yang paling sering dipakai? Transfer, QRIS, dan top up e-wallet. Nah, soal QRIS, pertumbuhannya benar-benar signifikan. Jumlah transaksinya melonjak lebih dari 65% dibanding Ramadan 2025. Volumenya juga naik lebih dari 58%, pertanda bahwa pembayaran non-tunai lewat QR kian digemari dan diterima luas oleh pedagang.
Bagi Benadicto, Program AMAL 2026 jelas telah jadi momentum penting. Program itu berhasil memperkuat penetrasi pasar ritel dengan pendekatan yang unik: memadukan komunitas dan spiritualitas di bulan Ramadan.
"Ke depan, kami akan terus menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," pungkasnya.
Inovasi produk, layanan digital, dan kolaborasi strategis akan tetap menjadi fokus untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
BRI Perluas Layanan Penukaran Valas di Bandara, Pelabuhan, dan PLBN untuk Dukung Transaksi Internasional
Iran Bantah Klaim Trump soal Kesepakatan dengan AS, Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung
Pemkab Sidoarjo Pertahankan Opini WTP dari BPK untuk ke-13 Kali Berturut-turut
Sepuluh Saham Paling Tertekan Selama Sepekan, ASPR Anjlok Hingga 37,85 Persen