Warga Sarinah Sambut JPO Baru: Bukan Cuma Aman, Tapi Harus Jadi Ikon

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:50 WIB
Warga Sarinah Sambut JPO Baru: Bukan Cuma Aman, Tapi Harus Jadi Ikon

Kabar rencana pembangunan ulang Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Sarinah ternyata disambut hangat oleh banyak warga. Bukan cuma soal keamanan, tapi juga ada harapan agar jembatan itu bisa jadi landmark baru yang keren buat kota.

Ahmad Fauzi, seorang pekerja di kawasan itu yang berusia 35 tahun, termasuk yang mendukung. Baginya, Sarinah itu titik yang super sibuk. "Saya sih mendukung. Di sini kan istilahnya kawasan wisata iya, perkantoran juga, jadi banyak pejalan kaki," ujarnya saat kami temui di lokasi, Sabtu lalu.

Menurut Ahmad, dengan kondisi lalu lintas yang makin padat, JPO masih sangat dibutuhkan. Malah, dia punya ide lebih jauh. "Apalagi JPO bisa jadi ikon kota juga kalau desainnya bagus, misalnya kayak di kawasan HI atau Sudirman," tambahnya penuh harap.

Keresahan yang sama diungkapkan Amir, 57 tahun. Meski sudah ada zebra cross dan lampu penyeberangan, rasa was-was tetap ada. "Di sini lalu lintasnya padat, kendaraan cepat-cepat semua. Kalau ada JPO, pejalan kaki jadi lebih aman dan lebih tenang nyebrang," keluhnya.

Amir punya catatan penting. JPO nantinya harus ramah untuk semua orang, termasuk difabel. Fasilitas seperti lift atau eskalator jadi keharusan. Tapi, yang tak kalah penting adalah pengawasannya. "Harus bersih, aman. Jangan sampai malah jadi tempat orang buka lapak atau tunawisma. Jadi memang perlu dijaga," tegasnya.

Di sisi lain, Rosi (48) punya kenangan sendiri dengan JPO yang lama. Dulu, jembatan itu bikin dia merasa lebih nyaman. Sekarang, dengan kondisi jalan yang makin riuh, keinginan untuk punya JPO baru makin kuat. "Saya tuh ngeri kalau nyebrang di situ, meskipun udah ada lampunya tapi tetep motor itu ngebut," ucapnya sambil menggeleng.

Intinya, dukungan itu ada. Tapi di balik dukungan itu, terselip harapan-harapan konkret: desain yang menarik, akses yang inklusif, dan yang utama, pengelolaan yang berkelanjutan. Biar nggak cuma jadi proyek, tapi benar-benar jadi solusi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar