Untuk pertama kalinya dalam tiga dekade, emas berhasil menggeser obligasi pemerintah Amerika Serikat. Ya, logam kuning itu kini resmi menjadi aset cadangan terbesar di dunia. Pergeseran bersejarah ini, menurut laporan terbaru, didorong oleh dua hal: harga yang meroket dan sikap agresif bank sentral berbagai negara.
Data dari World Gold Council (WGC) yang dirilis Jumat (9/1/2026) menyebutkan, nilai total emas yang disimpan di brankas bank sentral global nyaris menyentuh angka 4 triliun dolar AS. Kalau dirupiahkan, jumlahnya fantastis: sekitar Rp67 ribu triliun.
Angka itu sedikit lebih tinggi ketimbang nilai obligasi pemerintah AS yang mereka pegang, yang 'hanya' USD3,9 triliun. Terakhir kali emas unggul seperti ini adalah way back in 1996. Cukup lama juga, ya.
Momen peralihan ini nggak datang tiba-tiba. Ia berjalan beriringan dengan reli harga emas yang benar-benar gila-gilaan. Baru-baru ini, harga sempat menembus level psikologis USD4.500 per ons. Dan itu bukan akhir cerita.
Artikel Terkait
Tiongkok Larang Drama Pendek Romansa CEO yang Pamer Harta
Pemulihan Pascabencana di Sumatera Dipercepat, Fokus pada Pendidikan dan Rumah Ibadah Jelang Ramadan
Pertamina Sediakan 654 Ribu Liter BBM Gratis untuk Logistik Banjir Bandang Sumatera
Pandji Pragiwaksono Segera Dimintai Klarifikasi Polisi Soal Materi Stand Up Comedy