Tiongkok Larang Drama Pendek Romansa CEO yang Pamer Harta

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:06 WIB
Tiongkok Larang Drama Pendek Romansa CEO yang Pamer Harta

Pemerintah Tiongkok baru saja mengeluarkan aturan baru untuk mengatur konten. Sasaran utamanya? Tren drama pendek atau 'dracin' yang bertema romansa dengan CEO. Intinya, pedoman ini melarang penggambaran pernikahan yang cuma diukur dari kekayaan atau jabatan semata.

Menurut laporan dari Guangdianshijie sebuah media yang berafiliasi dengan grup penerbitan resmi pihak berwenang juga memperingatkan para kreator. Konten dracin jangan lagi dijadikan ajang pamer harta, kekuasaan, atau gaya hidup mewah yang berlebihan hanya untuk mencari sensasi.

Harus Lebih Realistis, Bukan Khayalan

Administrasi Radio dan Televisi Nasional Tiongkok yang merilis pedoman ini punya pesan jelas: kreator harus berpegang pada prinsip realistis. Jadi, jangan lagi membungkus cerita-cerita yang sebenarnya ngawur dengan klaim "berdasarkan kisah nyata".

Praktik semacam itu, menurut mereka, berisiko merusak pandangan publik terhadap sosok pengusaha Tiongkok yang sesungguhnya. Citra dunia bisnis pun bisa ikut tercoreng.

Perbanyak Kisah Inspiratif

Lantas, harus fokus ke apa? Pemerintah mendorong agar dracin beralih dari drama cinta dan keributan keluarga. Alih-alih, lebih baik mengangkat kisah perjuangan para pengusaha, baik dari sisi historis maupun yang terjadi di masa kini.

Aturan ini secara spesifik melarang promosi konsep pernikahan yang dianggap "pansos". Misalnya, menikah dengan keluarga CEO cuma karena hartanya.

Tak cuma itu. Dracin juga ditegaskan tidak boleh mempromosikan materialisme, pemujaan kekuasaan, atau gaya hidup hedonis. Tema dan karakter utamanya harus selaras dengan nilai-nilai positif masyarakat.

Pesan moralnya jelas: jangan ajarkan pada penonton untuk berharap sukses instan atau kaya mendadak tanpa kerja keras. Konsep mendapatkan sesuatu secara cuma-cuma lewat drama seperti ini harus dihentikan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar