Suasana malam di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, tiba-tiba ricuh. Sebuah mobil Toyota Calya hitam melaju ugal-ugalan, menerobos arah lawan dan menghantam beberapa kendaraan. Akibatnya, dua orang mengalami luka-luka.
Untungnya, kondisi keduanya tak parah. "Sementara yang kita deteksi ada dua korban," jelas Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, Kamis lalu. "Tapi dua-duanya sudah kembali ya, sudah pulang, cuma luka ringan."
Di sisi lain, kerusakan yang terjadi cukup membuat pusing. Komarudin menyebut sejumlah kendaraan mengalami kerusakan akibat tabrakan beruntun itu. "Kalau kerugian materiil, ada beberapa kendaraan yang kita lihat di kamera itu cukup banyak ya," bebernya.
Belakangan, polisi mengungkap fakta yang lebih mencengangkan. Pengemudi berinisial HM (25) itu ternyata menggunakan pelat nomor palsu. Tak cuma itu, dia juga berkendara tanpa SIM dan STNK yang sah.
"Nopol palsu yang dikemudikan pelaku D-1640-AHB, terpasang di kendaraan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.
Setelah dicek nomor rangka dan mesinnya, terungkap mobil itu seharusnya terdaftar dengan pelat B-2932-BZF. Singkatnya, kendaraan itu seperti tak punya identitas yang jelas. "STNK apa pun tidak ada, SIM tidak punya," tegas Budi.
Namun begitu, ceritanya belum berakhir. Saat mobil diperiksa, polisi menemukan barang bukti lain yang cukup mencurigakan: dua bilah senjata tajam dan sebuah revolver mainan.
Saat ini, HM telah diamankan. "Pengemudi Toyota Calya dengan inisial HM telah diamankan dan sedang dilakukan pemeriksaan serta pendalaman lebih lanjut," imbuh Budi Hermanto. Kasus yang awalnya terlihat seperti kecelakaan biasa, kini berkembang menjadi lebih rumit.
Artikel Terkait
Astra Agro Raih Penghargaan CSR 2026 Berkat Program Berkelanjutan di Empat Pilar
Pemuda di Bekasi Habisi Keponakan Balita dengan Pisau, Tersangka Akui Terganggu Tangisan Korban
Prabowo Bawa Empat Kesepakatan Baru dari Prancis, Tambang Ilegal hingga Polemik APBN Kurban Presiden Mewarnai Hari Ini
Jalan Lenteng Agung Amblas Bertahap Sejak Rabu, Kemacetan Parah di Akses Jakarta-Depok