Bank BRI kembali membagikan hasil kinerjanya kepada para pemegang saham. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 10 April 2026 lalu akhirnya menyetujui pembagian dividen final untuk tahun buku 2025. Nilainya tak main-main: Rp31,47 triliun.
Kalau dirinci per saham, angkanya mencapai Rp346. Dividen final ini melengkapi pembagian interim yang sudah lebih dulu dilakukan pada pertengahan Januari 2026 lalu, senilai Rp20,63 triliun.
Jadi, totalnya bagaimana? Untuk tahun buku 2025, BRI menggelontorkan dividen tunai hingga Rp52,10 triliun. Jumlah yang fantastis. Menariknya, dividen final ini saja sudah menyerap 92% dari laba bersih konsolidasian yang bisa diatribusikan ke pemilik entitas induk, yang tercatat sebesar Rp56,65 triliun. Artinya, sebagian besar keuntungan perusahaan dikembalikan ke investor.
Lalu, kapan dan bagaimana cara mendapatkannya? Pembayaran dividen final dijadwalkan pada 8 Mei 2026 mendatang. Tapi, perhatikan tanggal pencatatannya.
Hanya pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (recording date) per 22 April 2026 yang berhak menerimanya. Untuk itu, ada serangkaian jadwal pasar yang perlu diingat oleh para investor.
Di Pasar Reguler dan Negosiasi, masa cum dividend berakhir pada 20 April. Esok harinya, 21 April, saham akan diperdagangkan secara ex dividend. Sementara di Pasar Tunai, periode cum-nya lebih panjang satu hari, yakni sampai 22 April, baru kemudian ex dividend pada 23 April.
Intinya, bagi yang ingin mendapatkan hak dividen, pastikan kepemilikan saham sebelum tanggal ex-nya. Setelah itu, tinggal menunggu pencairan di awal Mei.
Langkah BRI ini, di satu sisi, menunjukkan komitmen kuat untuk memberikan imbal hasil langsung kepada pemegang saham. Di sisi lain, ini juga jadi sinyal positif mengenai kesehatan dan aliran kas perusahaan. Para investor pasti menyambutnya dengan senyum.
Artikel Terkait
KPK Terbitkan Surat Edaran Larang Gratifikasi dan Pungli dalam Penerimaan Murid Baru
BMKG Deteksi Siklon Tropis Jangmi di Laut Filipina, Berpotensi Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia
Iran Tuding AS Beralih ke Perang Ekonomi dan Kognitif setelah Gagal di Medan Tempur
Trump Tegaskan Sanksi ke Iran Tak Akan Dicabut Meski Negosiasi Damai Masih Berlangsung