Laporan terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Intinya, lembaga keuangan global itu mendesak Washington untuk lebih banyak bekerja sama dengan negara lain. Tujuannya jelas: mengurangi berbagai pembatasan perdagangan yang selama ini diterapkan.
Menurut IMF, tarif-tarif AS yang kerap berubah-ubah itu sudah menimbulkan efek samping yang serius. Rantai pasokan global jadi kacau, pasar keuangan pun ikut terganggu. Situasinya memang cukup pelik.
"AS harus bekerja secara konstruktif dengan mitranya," tegas IMF dalam laporannya.
Lembaga itu mendesak agar kekhawatiran soal praktik perdagangan yang dianggap tidak adil diselesaikan lewat jalur diplomasi. Harapannya, bisa dicapai kesepakatan untuk memangkas pembatasan perdagangan secara terkoordinasi.
IMF juga memberi catatan khusus soal kebijakan yang diklaim untuk keamanan nasional. Mereka bilang, langkah-langkah seperti kontrol ekspor atau tarif harus diterapkan dengan sangat hati-hati dan terbatas. Jangan sampai over.
Artikel Terkait
Mobil Listrik Tabrak Separator Busway, Lalu Lintas Slipi Macet hingga Tomang
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp17,13 Triliun hingga Maret 2026
Progres Sekolah Rakyat Surabaya Capai 45%, Ditargetkan Rampung Sebelum Juni 2026
Iran Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb Balas Blokade AS di Hormuz