Banjir Seminggu di Pandeglang, Status Tanggap Darurat Masih Digodok

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:45 WIB
Banjir Seminggu di Pandeglang, Status Tanggap Darurat Masih Digodok

Sudah seminggu lebih banjir menggenangi beberapa wilayah di Pandeglang. Tapi, status Tanggap Darurat hingga kini belum juga ditetapkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) pun akhirnya angkat bicara soal hal ini. Rupanya, penetapan status darurat bukanlah keputusan yang bisa mereka ambil sendiri.

Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menjelaskan posisi pemerintah daerah dalam konteks ini.

"Soal status Tanggap Darurat banjir, tentu akan kami rapatkan dulu," ujar Iing kepada awak media, Sabtu (17/1/2026).

Ia menegaskan, "Ini tidak bisa diputuskan sepihak. Harus ada koordinasi dan musyawarah dengan Forkompinda di Pandeglang."

Meski status resmi belum keluar, Iing menyebut upaya penanggulangan dampak banjir terus berjalan. Pemerintah daerah bersama Forkopimda sudah bergerak memberikan bantuan logistik ke warga terdampak. Mereka juga memastikan ketersediaan dapur umum beroperasi.

"Intinya, kami tetap bergerak membantu masyarakat," katanya.

Persoalan lain yang mengemuka adalah ketersediaan air bersih. Iing berjanji bantuan air bersih akan segera disalurkan, entah dalam bentuk apa pun. Untuk sementara, fokus bantuan masih pada bahan makanan pokok.

"Air bersih ini nanti kami carikan solusinya. Hari ini kita kirim beras, mi, telur, dan sebagainya. Nanti akan menyusul air bersih, baik kemasan atau bentuk lainnya," jelas Iing.

Lalu, apa penyebab banjir tahunan yang kerap melanda kawasan selatan Pandeglang ini? Menurut Iing, akar masalahnya ada di pendangkalan dan penyempitan aliran sungai. Debit air yang tinggi tak lagi tertampung dengan baik.

"Solusinya, kita semua harus berupaya menangani sungai-sungai di sini, seperti Sungai Ciliman dan Cilemer," ucapnya.

Normalisasi sungai, katanya, menjadi kunci agar pendangkalan dan penyempitan aliran tidak terulang lagi di masa datang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar