Prabowo Siap Unjuk Prabowonomics di Panggung Elite Davos

- Kamis, 22 Januari 2026 | 17:45 WIB
Prabowo Siap Unjuk Prabowonomics di Panggung Elite Davos

Presiden Prabowo Subianto bakal jadi sorotan di Davos, Swiss. Di ajang bergengsi World Economic Forum itu, ia rencananya akan membeberkan gagasan ekonomi yang dijuluki 'Prabowonomics'. Bocoran soal isi pidato kuncinya sudah mulai mencuat dari dalam istana.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberi sedikit gambaran. "Tema besarnya ya begitu, tapi ada beberapa penekanan yang mungkin akan disampaikan Pak Presiden," ujar Pras di kompleks Istana, Kamis lalu.

Ia menyebut salah satu poin pentingnya adalah menjaga stabilitas fiskal. Tanpa hal itu, ekonomi sulit berjalan dengan mulus.

"Kemudian, soal kedaulatan atau kemandirian juga jadi hal penting dalam Prabowonomics ini," tambah Pras. Menurutnya, isu swasembada pangan dan energi yang terus digenjot pemerintah akan masuk dalam paparan. "Kira-kira itulah," tutupnya.

Nah, Prabowo sendiri diketahui sudah sampai di Swiss. Panggungnya sudah siap.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga angkat bicara. Ia mengonfirmasi bahwa Presiden akan berbagi pemikiran ekonominya di forum tersebut.

"Intinya beliau akan berbicara mengenai konsep-konsep pemikiran ekonomi yang beliau pikirkan dan sudah beliau terapkan, selama beliau sebelum menjadi Presiden dan sejak menjadi Presiden hingga sekarang," jelas Teddy.

Ia juga menyebut Prabowo akan menceritakan capaian pemerintah dalam setahun terakhir. "Dan itu beliau sebut dengan Prabowonomics, jadi anda lihat saja besok," tandasnya.

Acara di Davos ini memang bukan sembarang pertemuan. Teddy menyebut lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan hadir, ditambah seribu lebih CEO perusahaan top dunia. Suasana pasti akan sangat dinamis.

World Economic Forum sendiri dikenal sebagai organisasi nirlaba yang jadi wadah dialog para pemimpin global. Tahun ini, pertemuan tahunannya mengusung tema 'A Spirit of Dialogue'. Tepat sekali, karena di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang bergejolak, dialog terbuka dan kolaborasi adalah hal yang paling dibutuhkan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar