Meski angkanya melebar, ada satu hal yang dia apresiasi. Timnya di Kemenkeu berhasil menjaga agar defisit itu nggak nyelonong melewati batas aman konstitusi, yaitu 3 persen. Di tengah situasi yang serba nggak pasti, menurutnya, ini adalah bentuk kehati-hatian fiskal yang ketat.
"Ini kepiawaian teman-teman Kemenkeu untuk jaga fiskal. Kita jaga defisit di bawah 3 persen walau keadaan agak menekan kita," ucap Purbaya.
Lalu, apa harapan ke depannya? Purbaya optimis. Stimulus yang dikucurkan tahun 2025 ini diyakini bakal panen hasilnya di tahun berikutnya. Fondasi ekonomi yang mulai menguat diharapkan bisa mendorong pertumbuhan hingga 5,4 persen. Kalau momentum ini udah kebentuk, baru deh pemerintah berencana menahan laju defisit, menurunkannya lagi ke level yang lebih rendah.
"Saya yakin 2026 dengan membaiknya fondasi ekonomi dan momentum ekonomi ke depan, defisit bisa ditekan dengan dampak ekonomi ke masyarakat lebih besar," katanya meyakinkan.
Komitmennya jelas: pengelolaan keuangan negara harus adaptif. Tujuannya satu, biar pertumbuhan ekonomi yang tercipta benar-benar bisa dirasakan rakyat, tanpa mengorbankan kesehatan anggaran negara dalam jangka panjang. Jalan tengah yang emang nggak gampang, tapi harus ditempuh.
Artikel Terkait
Tiongkok Larang Drama Pendek Romansa CEO yang Pamer Harta
Pemulihan Pascabencana di Sumatera Dipercepat, Fokus pada Pendidikan dan Rumah Ibadah Jelang Ramadan
Pertamina Sediakan 654 Ribu Liter BBM Gratis untuk Logistik Banjir Bandang Sumatera
Pandji Pragiwaksono Segera Dimintai Klarifikasi Polisi Soal Materi Stand Up Comedy