Senin lalu, suasana di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, agak berbeda. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, hadir langsung di tengah-tengah sekolah yang masih berjuang pulih dari bencana. Kunjungannya bukan sekadar seremonial belaka. Ia membawa serta bantuan konkret: dua ribu paket perlengkapan sekolah untuk para siswa.
"Tadi kita serahkan secara simbolis untuk anak-anak di sini ada 2.000 paket," ujar Mu'ti.
Harapannya sederhana tapi mendasar. "Yang kami harapkan dapat menjadi sarana untuk mereka belajar dengan sebaik-baiknya," tambahnya.
Namun begitu, perhatian pemerintah tak hanya tertuju pada siswa. Menurut Mu'ti, Kemendikdasmen juga memberikan santunan kepada para guru yang menjadi korban banjir bandang mematikan pada November 2025 silam. Baik yang harus dirawat maupun yang meninggal dunia.
"Kita juga memberikan santunan ya. Santunan kepada ada guru yang dirawat, yang meninggal kita juga berikan santunan dari kementerian," jelasnya.
Ia mengakui nominalnya mungkin tidak besar. "Tentu ini tidak besar jumlahnya, tapi bagian dari empati kita untuk mereka yang sedang tertimpa musibah."
Artikel Terkait
Massa Gerebek Ponpes di Deli Serdang, Pelaku Asusila Klaim Suka Sama Suka
KPK Siap Jalankan KUHP dan KUHAP Baru, Tegaskan Kewenangan Tetap Utuh
Pemadam Kebakaran Edo Pamerkan Akrobatik di Atas Menara Bambu
Demokrat Laporkan Akun Medsos ke Polda, Tuding SBY Terlibat Isu Ijazah Jokowi