Mendagri Izinkan Warga Gunakan Kayu Banjir untuk Bangun Rumah, Asal Tak Dijual

- Jumat, 09 Januari 2026 | 06:50 WIB
Mendagri Izinkan Warga Gunakan Kayu Banjir untuk Bangun Rumah, Asal Tak Dijual

"Jangan sampai nanti dipotong-potong terus dijual kepada untuk komersial," imbuh Tito.

Larangan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, pemanfaatan harus tetap berada dalam koridor yang benar agar tidak menimbulkan masalah baru.

Di sisi lain, Tito mengaku telah menyaksikan langsung bagaimana warga memanfaatkan kayu tersebut di lapangan. Saat berkunjung ke Langkahan, misalnya, dia melihat banyak kayu sudah dipakai masyarakat.

"Saya sudah melihat sendiri di Langkahan, yang banyak kayu-kayu itu sudah banyak dipakai masyarakat untuk ada yang memperbaiki rumahnya," ceritanya.

Penggunaannya beragam. Ada yang untuk pagar, perbaikan masjid, bahkan sampai perbaikan sekolah dan fasilitas umum lainnya. "Dipotong-potong ada yang juga yang untuk bangun pagarnya, kemudian juga untuk perbaikan masjid, untuk perbaikan sekolah dan sarana-sarana publik lainnya," ucap Tito.

Jadi, intinya jelas: kayu boleh diambil, tapi untuk kepentingan membangun kembali kehidupan, bukan untuk diperjualbelikan.


Halaman:

Komentar