Rapat koordinasi di Banda Aceh pada Sabtu (10/1) kemarin cukup intens. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, T.A. Khalid, yang ditunjuk sebagai penanggung jawab (PIC) dari parlemen, memaparkan perkembangan terbaru penanganan pascabencana yang melanda Aceh awal bulan ini. Ia duduk bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi dari pemerintah.
Khalid menjelaskan, upaya koordinasi sudah berjalan sejak akhir tahun lalu. Setelah rapat pada 30 Desember, timnya langsung turun ke lapangan. Mereka bertemu dengan para bupati di wilayah terdampak bencana tanggal 1, 2, dan 4 Januari, sekaligus berkoordinasi dengan satgas di lokasi.
Dari pertemuan-pertemuan itulah, berbagai aduan dan masalah berhasil dikumpulkan.
"Tanggal 5 rapat kami laporkan semua, teman-teman dari PIC melaporkan dari lapangan," ujar Khalid.
"Komunikasi kami antarkementerian sangat luar biasa," imbuhnya, menekankan kolaborasi yang berjalan mulus.
Nah, dari semua laporan itu, setidaknya ada empat masalah pokok yang jadi sorotan. Pertama, soal normalisasi sungai. Menurut Khalid, ini krusial untuk mencegah banjir susulan.
Artikel Terkait
AHY Bagikan Sembako ke Jemaat Gereja, Dana dari Lelang Lukisan SBY
Pemerintah Tetapkan 16 Hari Libur Nasional dan 6 Cuti Bersama untuk Tahun 2026
Polisi Padang Tangkap Spesialis Bobol Rumah Usai Curi Ponsel Senilai Rp18 Juta
Dua Nelayan Karimun yang Terseret Arus ke Malaysia Berhasil Dievakuasi Tim SAR