"Sungai-sungai yang berefek pada banjir susulan karena masih ada kayu dan sebagainya, hujan 1 jam banjir," katanya menggambarkan kondisi yang mendesak untuk ditangani.
Masalah kedua adalah percepatan penyediaan hunian tetap sementara (Huntara). Di sini, ada masukan menarik dari lapangan agar Huntara dirancang lebih ramah untuk perempuan dan anak-anak. Kabar baiknya, hal ini berhasil diselesaikan.
"Kami laporkan alhamdulillah banyak hal yang bisa kami selesaikan," ucap Khalid dengan nada lega.
Dua masalah lainnya yang tak kalah penting adalah perbaikan akses infrastruktur ke daerah-daerah yang masih terisolir, serta pembersihan rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan ringan. Intinya, pekerjaan rumah masih menumpuk, tapi koordinasi terus digenjot.
Dari Banda Aceh, laporan ini menunjukkan upaya pemulihan mulai menemui ritmenya, meski jalan masih panjang.
Artikel Terkait
Pertamina Bentuk Satgas RAFI untuk Jamin Pasokan Energi Mudik Lebaran 2026
Menteri Fadli Zon Dorong Benteng Marlborough Jadi Pusat Budaya dan Edukasi
LPDP Masih Hitung Nilai Pengembalian Dana Beasiswa Alumni yang Kontroversial
Taspen Tegaskan Tak Ada Kenaikan Gaji Pensiun, Menaker Ingatkan Batas Waktu THR