Menyongsong arus mudik Lebaran 2026, Pertamina mengklaim telah menyiapkan segala kebutuhan energi nasional. Pasokan, distribusi, hingga layanan di titik-titik vital telah diamankan. Tujuannya satu: memastikan perjalanan pulang kampung berjalan lancar.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan strategi perusahaan. Menurutnya, langkah konkret akan diwujudkan dengan membentuk Satuan Tugas khusus Ramadan dan Idulfitri, atau yang disebut Satgas RAFI. Tim ini akan berjaga 24 jam penuh sepanjang periode tersebut.
“Nanti insyaallah di minggu depan kita akan launching Satgas. Dan semua tim Satgas itu akan bekerja selama periode Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Arya, Kamis (26/2/2026).
Di sisi lain, Arya tak lupa mengingatkan soal keselamatan. Bagi para pemudik yang membawa kendaraan pribadi, perencanaan matang adalah kunci. Dia menyarankan untuk mengisi penuh tangki bahan bakar sebelum memulai perjalanan darat. Hal sederhana ini bisa menghindari masalah di jalan.
Lalu bagaimana dengan yang naik pesawat?
“Kalau untuk teman-teman yang menggunakan jalur udara, tinggal duduk nyaman, menikmati penerbangan karena semua sudah kami handle untuk pengisian bahan bakarnya,” sambungnya.
Soal avtur, Pertamina menjamin kualitasnya. Mereka menerapkan pengawasan ketat, terutama di AFT Halim Perdanakusuma. Terminal aviasi terbesar kedua di Jawa Barat ini siap melayani semua jenis penerbangan, dari komersial hingga VVIP, dengan standar yang tak main-main.
Namun begitu, persiapan Pertamina tak cuma soal bahan bakar. Mereka juga memikirkan kenyamanan pemudik di perjalanan. Nantinya, sejumlah SPBU di jalur mudik akan dilengkapi area istirahat seperti Serambi MyPertamina dan Pos BBM. Tempat ini bisa dipakai untuk sekadar melepas lelah atau kumpul keluarga sebentar.
“Nanti ada tandanya dan di situ, kami juga ada beberapa tempat yang kami siapkan, MyPertamina, di mana di situ adalah tempat sarana untuk teman-teman istirahat bersama keluarga,” ungkap Arya.
Pesan penting lainnya adalah soal kondisi pengemudi. Arya menekankan, rasa lelah dan kantuk jangan dipaksakan. Segera berhenti dan gunakan fasilitas istirahat yang ada. Ini langkah kecil yang dampaknya besar untuk keselamatan semua.
Selama Satgas RAFI berjalan, pemantauan akan dilakukan secara aktif. Semua pergerakan layanan dan keluhan pelanggan bisa dilacak lewat media sosial dan layanan call center 135.
“Jadi artinya aktif kami monitor semuanya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tutup Arya.
Persiapan mereka terlihat menyeluruh. Tinggal eksekusinya di lapangan nanti.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Ajukan Pleidoi, Sebut Tak Ada Kerugian Negara dalam Pengadaan Chromebook
KPK Bantah Klaim Mantan Dirjen Haji Hilman Latief yang Tak Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji
Pemerintah Pastikan Pengawasan dan Evaluasi Berkala Terhadap Badan Gizi Nasional
Dasco: Pergantian Kepala BGN karena Evaluasi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis