Sudah lebih dari dua pekan, gerbang-gerbang Masjid Al-Aqsa masih terkunci oleh otoritas Israel. Padahal, bulan Ramadan sedang berlangsung. Situasi ini jelas menghalangi ribuan jemaah Muslim yang ingin menunaikan salat dan ritual ibadah lainnya di kompleks suci itu.
Liga Arab tak tinggal diam. Mereka melayangkan kecaman keras terhadap penutupan yang dinilai sewenang-wenang ini.
Lewat sebuah pernyataan yang dilaporkan kantor berita Palestina, WAFA, dan media Turki TRT World pada Senin (16/3/2026), Liga Arab menyebut langkah Israel itu sebagai pelanggaran nyata. Pelanggaran terhadap status quo historis yang telah lama mengatur Masjid Al-Aqsa. Mereka menegaskan, tindakan semacam ini juga melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Poin penting yang ditekankan: Israel, sebagai kekuatan pendudukan, dianggap tidak punya kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967. Wilayah itu mencakup Yerusalem Timur dan situs-situs suci umat Islam dan Kristen di dalamnya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tegaskan Batas Defisit APBN 3% Tak Akan Diubah
Tabrakan Truk Gabah dan Tangki Gas di Tol Tangerang-Merak Akibat Pecah Ban
Polisi Analisis 86 CCTV untuk Ungkap Jejak Pelaku Penyiraman Andrie Yunus
KPK Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Cilacap Terkait Dugaan Pemerasan Dana THR