Liga Arab Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel Selama Ramadan

- Senin, 16 Maret 2026 | 17:25 WIB
Liga Arab Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel Selama Ramadan
Laporan Situasi

Sudah lebih dari dua pekan, gerbang-gerbang Masjid Al-Aqsa masih terkunci oleh otoritas Israel. Padahal, bulan Ramadan sedang berlangsung. Situasi ini jelas menghalangi ribuan jemaah Muslim yang ingin menunaikan salat dan ritual ibadah lainnya di kompleks suci itu.

Liga Arab tak tinggal diam. Mereka melayangkan kecaman keras terhadap penutupan yang dinilai sewenang-wenang ini.

Lewat sebuah pernyataan yang dilaporkan kantor berita Palestina, WAFA, dan media Turki TRT World pada Senin (16/3/2026), Liga Arab menyebut langkah Israel itu sebagai pelanggaran nyata. Pelanggaran terhadap status quo historis yang telah lama mengatur Masjid Al-Aqsa. Mereka menegaskan, tindakan semacam ini juga melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Poin penting yang ditekankan: Israel, sebagai kekuatan pendudukan, dianggap tidak punya kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967. Wilayah itu mencakup Yerusalem Timur dan situs-situs suci umat Islam dan Kristen di dalamnya.

Menurut mereka, pengelolaan sah satu-satunya berada di tangan Wakaf Islam Yerusalem, yang berada di bawah otoritas Yordania.

"Israel, sebagai kekuatan pendudukan, tidak berhak membatasi ibadah umat Muslim di kompleks tersebut,"

Begitu penegasan tegas Liga Arab dalam pernyataannya pada Minggu (15/3), seperti dikutip WAFA.

Di sisi lain, ada kekhawatiran yang lebih besar. Liga Arab memperingatkan bahwa kebijakan Israel ini bukan cuma soal akses ibadah. Tindakan itu berisiko memicu ketegangan baru, bahkan mengancam stabilitas perdamaian dan keamanan di kawasan, dan mungkin juga secara global. Imbasnya bisa jauh lebih luas dari yang dibayangkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar