Ekspansi bisnis PT Petrosea Tbk (PTRO) terus berlanjut. Kali ini, melalui anak perusahaannya, mereka resmi mengambil alih mayoritas saham PT Nusantara Arung Samudera (NAS). Transaksi bernilai Rp550 juta ini selesai digelar pada 24 Februari 2026.
Lewat PT Petrosindo Sinergi Samudera (PSS), Petrosea membeli 55% saham NAS. Rinciannya, 45% diambil dari Karen Nathani dan 10% sisanya dari Maifian Juni Candra.
Pasca akuisisi, kepemilikan NAS pun berubah total. PSS kini memegang 550 juta saham atau setara 55%. Sementara itu, PT Adamas Indonesia Energi menguasai 31,5% dan PT Wisesa Maritim Nusantara memegang porsi 13,5%.
Menariknya, PSS sendiri adalah anak perusahaan PTRO dengan kepemilikan di atas 99%. Sementara NAS bergerak di jasa pelabuhan laut. Langkah ini bukan tanpa alasan.
Menurut manajemen, pengambilalihan ini bakal memperkuat sinergi operasional. Mereka ingin integrasi rantai nilai dari tambang ke pelabuhan atau yang biasa disebut pit-to-port berjalan lebih mulus. Ini sejalan banget dengan strategi ekspansi mereka di sektor jasa pertambangan dan logistik.
"Transaksi pengambilalihan saham NAS akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja operasional perseroan,"
Demikian pernyataan resmi manajemen dalam keterbukaan informasi yang dirilis Rabu (25/2/2026).
Ini bukan aksi korporasi pertama Petrosea dalam waktu dekat. Sebelumnya, anak usahanya yang lain, PT Petrosindo Sinergi Alur (PSA), juga melakukan hal serupa. Mereka mengakuisisi 55% saham PT Vista Maritim Asia (VMA) dengan nilai yang sama, Rp550 miliar.
PSA membeli saham dari Lius Kastomo dan Jalu Yogo Santoso. Kebetulan sekali, VMA juga bergerak di bidang yang sama: jasa kepelabuhanan laut. Tujuannya pun serupa, untuk memperkuat integrasi pit-to-port dan mendukung ekspansi bisnis grup.
Terlihat jelas, Petrosea sedang serius membenahi lini logistiknya. Dengan dua akuisisi di bidang pelabuhan ini, mereka seolah menyiapkan pondasi yang kokoh untuk pertumbuhan di masa depan.
Artikel Terkait
Pabrik Amonia Banggai Kembali Beroperasi Penuh Usai Pemeliharaan Terjadwal
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen dan Beri Insentif Baru untuk Tarik Arus Modal Asing
SOFA Akuisisi 10 Persen Saham Perusahaan Pengelola Sampah Energi Milik Zhejiang Weiming
Jababeka Bagikan Dividen Rp42,31 Miliar, Setara Rp2 per Saham