Reli saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu ternyata belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Sudah enam hari berturut-turut, emiten-emiten dalam naungannya terus mencetak penguatan yang cukup signifikan di papan perdagangan.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) jadi salah satu yang paling mencolok. Sahamnya melonjak 9,66% hari ini ke level Rp2.100. Kalau dilihat dari pekan lalu, kenaikannya bahkan mencapai 55,39% benar-benar reli panjang yang jarang terjadi.
Tak mau kalah, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga ikut meroket 6,17% ke Rp6.450. Saham ini sudah lima hari naik terus, dengan akumulasi mingguan yang fantastis: 61,65%.
Penguatan ternyata merata. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 5,58% ke Rp1.420, juga sudah enam hari hijau. Sementara PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 2,59% ke Rp5.950, mencatat tren naik lima hari beruntun.
Yang menarik, PT Petrosea Tbk (PTRO) justru mencatat kenaikan harian tertinggi di antara mereka: 9,77% ke Rp5.900. Saham ini juga sudah enam hari naik, dengan akumulasi mingguan 32,88%.
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) pun tak ketinggalan, naik 5,91% ke Rp1.075 dan menguat hampir 30% dalam sepekan.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Pengamat pasar modal Michael Yeoh melihat fenomena ini sebagai sinyal pergeseran minat investor.
“Saham Prajogo mengalami penguatan yang cukup signifikan, bahkan memimpin sebagai top leader dari IHSG. Terlihat CUAN dan BRPT yang memimpin kenaikan. Adanya aliran dana ke saham konglomerasi menyusul pengumuman dari FTSE yang mengatakan bahwa Indonesia masih berstatus emerging market,” jelasnya.
Dari sisi teknikal, Michael menambahkan, pola pemulihan yang terbentuk mirip V-shaped recovery. Artinya, pemulihan berlangsung cepat setelah sebelumnya tertekan cukup dalam.
Sebagai pengingat, saham-saham konglomerat ini sempat terpuruk sejak awal tahun. Tekanan itu ikut membebani pergerakan IHSG, dipicu oleh isu investabilitas Indonesia dari MSCI dan ketegangan geopolitik seperti konflik Iran.
Nah, dengan kondisi sekarang, tampaknya sentimen sudah berbalik. Tapi ingat, keputusan investasi tetaplah ada di tangan Anda masing-masing.
Artikel Terkait
Prospek Bank Syariah Cerah di Tengah Tekanan Pasar Modal, Bisnis Emas dan Haji Jadi Motor Pertumbuhan
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.881 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Fiskal Domestik dan Ketidakpastian Moneter Global
KWT Mawar 8 di Tangerang Jaga Kualitas Sayur Hidroponik, Utamakan Mutu Dibanding Volume Panen
IHSG Terkoreksi 0,56% dalam Sepekan, Aksi Jual Asing dan Rebalancing MSCI Tekan Saham Bank Besar