murianetwork.com - Peringatan Hari Lahir atau Harlah ke-78 Muslimat NU pada Januari.
Padahal NU itu didirikan pada Maret, tepatnya 29 Maret 1946 di Purwokerto.
Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan alasan menggelar Harlah pada Januari.
Baca Juga: Dukung Paslon Prabowo-Gibran, SK Penonaktifan Khofifah sebagai Ketua Muslimat NU akan Diteken PBNU
Kata Khofifah Indar Parawansa, Harlah Muslimat NU selama ini mengacu pada kalender Hijriah yakni pada 26 Rabiul Akhir.
"Ini sebenarnya kalau diambil dari Hijriah, kelahiran muslimat NU itu 26 Rabiul Akhir," kata Khofifah Indar Parawansa.
Baca Juga: Ini Tiga Harapan OjolET Terhadap Prabowo Subianto, Salah Satunya Lahan Parkir Gratis
"Sudah dua bulan yang lalu, tapi masehinya 29 Maret," tambah Khofifah Indar Parawansa.
"Kalau NU diambil hijriahnya 16 rajab, dan masehinya 31 Januari," imbuhnya.
Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa adalah pendukung Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Kemenangan Timnas Indonesia Harus, Kalahkan Vietnam Mutlak Harga Mati
Khofifah Indar Parawansa berniat nonaktif dari kepengurusan PBNU bila sudah resmi masuk ke jajaran Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kabarfajar.com
Artikel Terkait
Tokoh Sepuh NU Kiai Manarul Hidayat Restui Gus Hery Maju Calon Ketua Umum PBNU
Menteri Pertanian Puji Kualitas Bibit Kelapa dan Kakao di Konawe Selatan, Targetkan 3 Juta Lapangan Kerja Baru
Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18.096 per Dolar AS, Daya Beli di Dalam Negeri Tak Sebanding dengan Beban Utang Luar Negeri
BI dan Pemerintah Perkuat Koordinasi Fiskal-Moneter untuk Stabilkan Rupiah di Tengah Tekanan Dolar AS