Target nol keracunan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun 2026 tiba-tiba jadi buah bibir. Bukan cuma ambisinya yang disorot, tapi juga satu kalimat yang bikin banyak orang mengernyit: soal "garansi Allah".
Pernyataan itu meluncur dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang. Saat itu dia lagi jelasin komitmen mereka buat tekan kasus keracunan sampai nol di tahun depan.
Ucapannya, yang dikutip dari konferensi pers Kamis lalu, langsung nyebar. Media sosial pun riuh. Intinya, banyak yang bertanya-tanya. Jaminan keamanan makanan untuk jutaan anak ini, apa cukup cuma disandarkan pada ikhtiar dan doa? Atau justru harus ditopang sistem pengawasan yang super ketat dan jelas ukurannya.
Target Nol, Tapi Jejaknya Panjang
Sebenarnya, target nol ini punya latar yang berat. Sepanjang 2025, program MBG memang dihantui berita keracunan di sana-sini. Data dari berbagai pemberitaan mencatat, ribuan siswa pernah mengalami masalah kesehatan. Ratusan lainnya bahkan harus dilarikan ke rumah sakit.
Jadi, wajar kalau target ‘nol kasus’ di 2026 terdengar sangat berani. Banyak yang menilai ini pertaruhan besar. Apalagi skalanya masif, menjangkau jutaan penerima setiap harinya.
Artikel Terkait
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Terkait Kasus Pemerasan
Warga dan Petugas Bersihkan Kanal Penuh Sampah di Makassar untuk Antisipasi Banjir
Kejaksaan Agung Mutasi Sejumlah Pejabat, Termasuk Kajati Sulawesi Selatan
Dirjen Imigrasi: Dominasi WN Tiongkok dalam Pelanggaran Imigrasi Karena Proporsi Terbesar