Di Banda Aceh, Sabtu lalu, suasana rapat koordinasi terasa cukup tegang. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dengan tegas menyatakan dukungan penuh lembaganya terhadap upaya pemerintah. Fokusnya jelas: rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang melanda Sumatera. Dasco bahkan secara langsung mempersilakan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk memimpin langkah-langkah penanganan itu.
Menurut Dasco, pembentukan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang dipimpin Tito bukan tanpa alasan. Ia menilai, bencana dengan skala sebesar ini memerlukan penanganan yang bersifat nasional. Butuh koordinasi yang lebih terintegrasi, lebih fokus. Itulah mengapa satgas pemerintah dibentuk.
"Untuk hal-hal selanjutnya, supaya penanganan bencana Sumatera ini bisa ditangani secara skala nasional dan lebih fokus, pemerintah kemudian sudah membentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera,"
Nah, dengan adanya satgas pemerintah ini, peran pun bergeser. Dasco menegaskan bahwa satgas yang dipimpin Tito itulah yang nantinya akan mengambil alih eksekusi di lapangan. Lalu, di mana posisi DPR?
Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI, kata Dasco, akan menyertai. Tugas mereka adalah membantu mengoordinasikan dan mendukung satgas pemerintah dalam mengeksekusi kebijakan-kebijakan yang ada. Intinya, dukungan penuh.
"Nah, tentunya satgas ini yang mulai hari ini akan mengambil alih untuk melakukan eksekusi-eksekusi di lapangan,"
"Untuk itu saya akan persilakan mulai saat ini kepada Pak Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera untuk memimpin sampai dengan selesainya bencana di Sumatera,"
Jadi, garis komandonya sudah jelas. Pemerintah, melalui Tito, memegang kendali operasional. Sementara DPR berada di belakang, siap mendukung. Semua ini demi satu tujuan: pemulihan Sumatera yang lebih cepat dan terarah. Harapannya, kolaborasi ini bisa membawa perubahan nyata bagi para korban di lapangan.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan