Harga emas dunia akhirnya terkoreksi pada Selasa kemarin. Setelah sempat melesat ke level tertinggi dalam tiga pekan, logam mulia itu ambles, dipicu aksi ambil untung dan dolar AS yang menguat. Hal itu membuat emas jadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.
Di pasar spot, emas tercatat turun cukup signifikan, 1,59 persen, ke posisi USD5.143,92 per troy ons. Sementara itu, indeks dolar AS sendiri naik tipis 0,1 persen.
Menurut sejumlah saksi, koreksi ini tak perlu dikhawatirkan berlebihan. "Harga emas sebelumnya kembali berada dalam tren naik, jadi saya menduga ini hanya koreksi sementara," kata Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco Metals.
Ia menambahkan, penguatan dolar juga memberi pengaruh negatif terhadap harga.
Padahal, awal sesi sempat memberi harapan. Harga sempat menyentuh level tertinggi tiga pekan itu setelah Presiden AS Donald Trump berjanji menaikkan bea masuk menjadi 15 persen. Janji itu muncul menyusul putusan Mahkamah Agung yang menyatakan penggunaan undang-undang darurat untuk memberlakukan tarif melampaui kewenangannya.
Namun begitu, realitanya pada Selasa AS tetap memungut tarif 10 persen untuk seluruh barang yang tidak dikecualikan. Kebijakan ini sesuai dengan pengumuman pertama Trump pada Jumat lalu.
Artikel Terkait
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi
Harga Emas Antam Naik Tipis, Buyback Melonjak Lebih Signifikan
IHSG Melonjak 6%, Namun 10 Saham Ini Anjlok Lebih dari 10%