Suasana di sebuah perumahan di Kelapa Dua, Tangerang, yang biasanya tenang, mendadak berubah mencekam Minggu lalu. Sekelompok orang yang mengaku sebagai debt collector atau biasa disebut 'matel' datang untuk menarik paksa sebuah mobil. Yang terjadi kemudian jauh dari sekadar urusan utang-piutang: sebuah penusukan brutal.
Mereka menarget sebuah Toyota Fortuner putih. Menurut kabar, mobil itu menunggak cicilan leasing selama dua bulan. Tapi cara yang dipilih untuk menagihnya sama sekali di luar nalar. Bukannya berunding, para pelaku malah menyerang pemilik mobil hingga korban harus berjuang melawan luka tusukan di tubuhnya.
Rekaman amatir yang beredar luas di media sosial menggambarkan kepanikan saat itu. Dalam satu video, terlihat dua pria buru-buru masuk ke Fortuner bernopol B-2540-JUN itu, lalu melesat pergi.
"Eh ini...ini perampok. Tolong, tolong ini "debt collector", perampok...perampok..."heh" perampok!"
Jeritan seorang wanita terdengar jelas, mencoba meminta pertolongan.
Ada lagi video lain yang lebih mengerikan. Di sebuah ruangan, sang korban terlihat duduk memegangi perutnya. Darah sudah membasahi bajunya. Istrinya nyaris tak bisa mengendalikan diri, histeris.
"Suami saya ditusuk "yah". Polisi tolong, ini suami saya ditusuk, tolong...aduh,"
teriaknya.
Mulanya Cekcok, Berakhir dengan Tikaman
Menurut penjelasan polisi, semua ini berawal dari cekcok mulut. Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menyebut ketiga pelaku itu mengklaim diri sebagai debt collector dari sebuah perusahaan leasing. Mereka bersikukuh soal tunggakan dua bulan pada Fortuner tersebut.
"Korban dan saksi awalnya tidak menghiraukan mereka," kata Budi kepada awak media, Selasa (24/2).
Namun begitu, situasi yang sudah memanas itu rupanya tak bisa diredam. Adu mulut berubah menjadi kekerasan fisik yang tak terbayangkan.
Kondisi Korban Serius
Korban, yang diketahui bernama Bastian, mengalami luka yang cukup parah. Bukan cuma satu, tapi tiga kali tikaman menerjang tubuhnya.
"Ada dua luka tusuk di perut, dan satu lagi di bagian punggung," jelas Kombes Budi Hermanto.
Pertolongan pertama sempat diberikan di klinik terdekat. Sayangnya, kondisi Bastian membutuhkan penanganan lebih lanjut. Dia pun segera dilarikan ke rumah sakit yang lebih besar.
"Karena lukanya cukup serius, korban akhirnya dirujuk ke RS Siloam Internasional Lippo Karawaci," imbuhnya.
Peristiwa di Kelapa Dua ini meninggalkan trauma. Di satu sisi, ada prosedur penagihan yang seharusnya berjalan sesuai koridor hukum. Di sisi lain, realitanya justru menghadirkan kekerasan yang mengancam nyawa. Sebuah cara yang sama sekali tidak bisa dibenarkan.
Artikel Terkait
Lurah di Pangkep Diduga Digerebek di Penginapan Bersama Staf Perempuan, Satpol PP: Tak Ada Bukti Pelanggaran Pidana
KPAI: Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Masuk Situasi Darurat, Pimpinan Padepokan di Pekalongan Jadi Tersangka
Polisi Ungkap Foto Pocong Bawa Parang Saat Mati Listrik di Siak Hanya Hoaks Buatan Siswa SMA
Garda Revolusi Iran Serang Pangkalan Udara AS sebagai Balasan atas Agresi di Bandar Abbas