tambahnya. Dalam kesempatan lain dengan Fox News, alasan yang dikemukakan terdengar lebih defensif.
Pernyataan itu sekaligus mengukuhkan posisi AS pasca-intervensi.
Langkah Trump ini sebenarnya bukan hal yang mendadak. Selama bertahun-tahun, pemerintahan Maduro sudah jadi sasaran tekanan dari Washington. Hubungan mereka selalu panas, terutama karena Maduro dianggap berseberangan dengan kepentingan Barat. Kini, setelah berhasil ditangkap, nasib Maduro dipastikan akan berlanjut di pengadilan AS. Dia menghadapi serangkaian tuduhan berat, mulai dari pelanggaran terkait narkotika hingga terorisme.
Jadi, penangkapan ini bukan sekadar pergantian kekuasaan. Ini adalah pembukaan babak baru dimana minyak Venezuela dan kontrol politiknya menjadi taruhan utama.
Artikel Terkait
Indonesia Sambut Positif Gencatan Senjata Dua Pekan Iran-AS
Pemerintah Tegaskan Pemotongan Gaji Pejabat Masih Wacana, Belum Diputuskan
Bank Indonesia Siap Setor Sisa Surplus Rp40 Triliun ke Pemerintah
Said Didu Klarifikasi Polemik EO Sarang Korupsi: Targetnya Oknum Pejabat, Bukan Pelaku Profesional