Telkom Gulirkan Bantuan Berkelanjutan untuk Pemulihan Pasca-Bencana di Sumatera

- Rabu, 07 Januari 2026 | 19:00 WIB
Telkom Gulirkan Bantuan Berkelanjutan untuk Pemulihan Pasca-Bencana di Sumatera

Bantuan kemanusiaan Telkom di Sumatera belum berhenti. Bersama para karyawan, serikat pekerja, dan Relawan Peduli BUMN TelkomGroup, upaya pemulihan terus digulirkan di wilayah-wilayah terdampak bencana.

Menurut Dwi Pratomo Juniarto, EVP Telkom Regional 1 Sumatera, fokus saat ini adalah masa pemulihan. "Kami berkomitmen untuk terus hadir dan berjalan bersama masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi seluruh insan grup menjadi kunci. "Bantuan ini kami harap bisa menguatkan, membantu anak-anak belajar dengan nyaman, dan mendukung masyarakat untuk bangkit melanjutkan kehidupan," jelas Dwi.

Di sisi lain, percepatan pemulihan infrastruktur telekomunikasi, khususnya di Aceh, juga jadi prioritas. Tujuannya sederhana: agar koneksi cepat normal kembali. Namun begitu, bantuan langsung ke masyarakat tak kalah penting. Kebutuhan mendasar dan perbaikan fasilitas umum menjadi sasaran utama agar aktivitas sosial bisa berdenyut lagi.

Rabu lalu, tepatnya tanggal 7 Januari, aksi bertajuk “Kita BISA Berbagi” menyasar tiga lokasi. Desa Babo dan Sulum di Aceh Tamiang, plus wilayah Pantai Kera dan Pangidam di Aceh Timur. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan tiap tempat, tak seragam.

Di Desa Babo, misalnya, yang disalurkan adalah perlengkapan sekolah, logistik, dan lampu tenaga surya. Mereka juga mengadakan sharing session dengan para guru dan pembelajaran interaktif untuk siswa. Cukup beragam.

Sementara di Desa Sulum, selain bantuan pendidikan dan utilitas seperti pompa air, juga ada aksi bakti kebersihan di sekolah dan rumah ibadah. Nuansanya lebih ke pemulihan lingkungan.

Wilayah Pantai Kera dan Pangidam di Aceh Timur menerima bantuan skala besar. Fokusnya logistik: sembako, pakaian, ditambah dukungan listrik dari solar cell dan genset untuk kebutuhan sehari-hari warga.

Kolaborasi untuk Pemulihan Sumatera

Sebelumnya, rangkaian bantuan serupa sudah dilakukan di Kota Subulussalam. Di sana, Telkom menggandeng Danantara dan relawannya. Paket perlengkapan sekolah disalurkan ke beberapa SD, seperti Jabi-jabi, Siperkas, dan Suak Jampak.

Yang menarik, ada program trauma healing untuk 130 siswa SD Jabi-jabi. Upaya ini bagian dari pemulihan psikologis anak-anak pascabencana.

Tak ketinggalan, paket kebersihan dan ibadah dibagikan ke sejumlah masjid dan mushola. Bahkan, untuk menjawab kebutuhan mendasar, Sarana Air Bersih (SAB) didistribusikan di beberapa titik seperti Siperkas dan Kampong Panglima Sahman. Air bersih ini vital untuk sanitasi, ibadah, dan tentu saja, kegiatan belajar mengajar.

Kedepannya, Telkom berjanji akan terus mendampingi. Kolaborasi akan diperkuat. Bukan cuma memulihkan sinyal, tapi juga hadir langsung dengan bantuan yang menyentuh kebutuhan riil di lapangan.

“Komitmen kami tetap sama: mendampingi masyarakat sampai mereka benar-benar bisa bangkit dan beraktivitas normal,” tutup Dwi Pratomo Juniarto.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar