Menteri Keuangan: IHSG Tembus 9.000 Sinyal Kuat Kepercayaan Investor

- Kamis, 08 Januari 2026 | 16:36 WIB
Menteri Keuangan: IHSG Tembus 9.000 Sinyal Kuat Kepercayaan Investor

Pukul 10.05 WIB tadi, layar monitor di ruang perdagangan sempat menampilkan angka yang bikin heboh: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat level tertinggi baru di 9.002. Rekor ini langsung jadi perbincangan hangat, dan tak lama berselang, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun angkat bicara.

Bagi sang menteri, lonjakan itu bukan sekadar angka. Ia melihatnya sebagai sinyal kuat kepercayaan investor terhadap fondasi ekonomi Indonesia. "IHSG itu menunjukkan bahwa investor semakin percaya pada fondasi perekonomian kita ke depan," ujarnya.

Purbaya melanjutkan dengan nada yang lebih santai, "Dia kan, investor pasar modal forward oriented. Kalau mereka nggak percaya langkah-langkah kita walaupun saya ngomong sampai busa-busa, tetap aja jatuh. Investor nggak akan masuk."

Pernyataan itu disampaikannya usai konferensi pers APBN Kita di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1).

Di sisi lain, optimisme itu punya dasar. Purbaya memproyeksi pertumbuhan ekonomi yang akan membaik ke depan. Imbasnya, perusahaan yang tercatat di bursa dan para investor diprediksi bakal menikmati manfaatnya.

"Ketika melihat ada implementasi nyata walaupun nggak sempurna, kelihatannya ke depan akan baik ekonominya," jelasnya. "Otomatis perusahaan yang listed di bursa untung makin gede, valuasinya bakal naik. Makanya mereka nggak mau ketinggalan masuk ke pasar modal."

Dan ambisinya tak berhenti di situ. Dengan yakin, Purbaya menyebut target IHSG di level 10.000 tahun ini bukan hal yang mustahil. "Tahun ini 10.000 nggak susah-susah amat," tambahnya singkat.

Namun begitu, euforia pagi itu ternyata tak bertahan sampai penutupan. IHSG akhirnya berbalik melemah dan ditutup di zona merah. Indeks terpangkas 19,342 poin atau 0,22 persen ke level 8.925,471.

Perdagangan hari ini memang cukup fluktuatif. Sepanjang sesi, indeks sempat menyentuh level terendah di 8.918,405 setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi tadi pagi.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp 29,020 triliun. Volume perdagangannya sekitar 55,078 miliar saham dengan frekuensi hampir 3,85 juta kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 302 saham menguat, 370 melemah, dan 138 lainnya stagnan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar