Rencana rehabilitasi pascabencana di Sumatera mulai menemukan bentuknya. Menariknya, Satgas Rehabilitasi punya ide yang cukup unik: memanfaatkan apa yang ditinggalkan bencana. Lumpur sisa banjir dan longsor, plus ribuan gelondongan kayu yang berserakan, ternyata bakal diolah kembali untuk membangun lokasi yang rusak.
Ketua Satgas yang juga Mendagri, Tito Karnavian, mengaku sudah berkoordinasi dengan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin soal gagasan ini. Intinya, mereka ingin lumpur itu tidak sia-sia.
“Diskusi kami dengan Pak Menhan beliau ingin agar ini digunakan sebagai tanggul. Tanggul karena kan ini banyak yang tanggul yang sudah apa, sungai kemudian sedimen ya otomatis dangkal,”
ujar Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis lalu.
Menurutnya, ide Pak Sjafrie cukup masuk akal. Sedimen lumpur yang menumpuk itu bisa dibentuk menjadi tembok penghalang alami. Jadi, kalau suatu saat banjir datang lagi, air punya ‘penahan’ agar tidak mudah meluap ke pemukiman.
“Pak Menhan berpendapat menyarankan supaya lumpurnya dipakai untuk jadikan tanggul untuk memperkuat jangan sampai nanti kalau ada banjir, air lagi kemudian tumpah ke kiri kanan gitu,”
tambahnya menjelaskan.
Lalu bagaimana dengan kayu-kayu gelondongan yang berserakan itu? Tito menyebut, material tersebut rencananya akan dialihfungsikan untuk pembangunan hunian tetap bagi korban.
“Kalau untuk pemanfaatan kayu itu lebih banyak mungkin diprioritaskan apa namanya itu untuk pembangunan, untuk pembangunan rumah-rumah hunian tetap (huntap) nantinya itu,”
tuturnya.
Nyatanya, tak perlu menunggu instruksi resmi. Beberapa warga di daerah seperti Langkahan sudah lebih dulu bergerak. Mereka memanfaatkan kayu-kayu tersebut untuk memperbaiki rumah yang rusak, bahkan tempat ibadah yang porak-poranda.
“Saya sudah melihat sendiri di Langkahan, yang banyak kayu-kayu itu sudah banyak dipakai masyarakat untuk ada yang memperbaiki rumahnya, dipotong-potong ada yang juga yang untuk bangun pagarnya,”
pungkas Tito. Sebuah langkah sederhana, tapi penuh makna, memulihkan dengan apa yang ada.
Artikel Terkait
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday