Media sosial lagi-lagi heboh. Kali ini, semua gara-gara ramalan dari serial kartun legendaris, The Simpsons. Seperti biasa, yang jadi bahan perbincangan adalah sesuatu yang sensasional: kematian Donald Trump.
Beredar sebuah video yang mengklaim keluarga Simpson meramalkan mantan Presiden AS itu akan meninggal dunia pada 10 Januari 2026. Dalam cuplikan itu, terlihat sosok mirip Trump terbujur kaku, lengkap dengan pemberitaan koran yang mengonfirmasi kabar duka tersebut.
Unggahan itu pertama kali muncul dari akun Instagram @kathy_choe. Pemilik akun dengan yakin menyebut, ramalan itu asli dan berasal dari episode resmi.
"Ada tayangan orang mirip Trump yang meninggal dunia di jam 7 pagi dan di media koran bertuliskan orang penting telah meninggal," katanya.
Ini sebenarnya bukan hal baru. Trump sudah berkali-kali "diberitakan" meninggal dalam ramalan-ramalan serupa. Sebelumnya, ada yang menyebut tanggal 12 April 2025. Adegannya pun mirip: karakter mirip Trump terbaring di dalam peti mati.
Nah, di sinilah banyak orang mulai merinding. Soalnya, The Simpsons terkenal dengan prediksinya yang nyaris selalu tepat. Mulai dari kemenangan Trump di 2016, penemuan Higgs Boson, sampai kartu kredit tiga dimensi. Makanya, ramalan terbaru ini langsung memicu spekulasi liar di mana-mana.
Tapi tunggu dulu. Jangan buru-buru percaya.
Faktanya, semua itu cuma hoaks yang dibikin kreatif. Klip viral itu ternyata hasil rekayasa. Bukan dari episode asli sama sekali.
Produser Eksekutif The Simpsons, Matt Selman, angkat bicara. Dia dengan tegas membantah.
"Hanya rekayasa digital, sama sekali bukan episode asli," jelas Selman.
Menurutnya, video itu adalah gabungan dari suntingan Photoshop dan kemungkinan besar hasil olahan kecerdasan buatan atau AI. Gambar peti mati yang beredar itu sebenarnya terkait dengan upaya pembunuhan terhadap Trump di Juli 2024 lalu. Lalu, ada yang iseng mengeditnya dan mengaitkannya dengan The Simpsons, seolah-olah itu ramalan dari musim sebelumnya.
Jadi, ramalan kematian Trump di tahun 2026 itu? Cuma narasi palsu yang sengaja dibuat netizen. Tanggalnya pun berubah-ubah, dari 2020, ke 2025, lalu sekarang 2026. Polanya sama: memanfaatkan reputasi The Simpsons sebagai "peramal" untuk menyebarkan konten yang sensasional.
Kesimpulannya sederhana: jangan mudah termakan. Di balik viralitas yang menggiurkan, seringkali hanya ada kreativitas membuat hoaks.
Artikel Terkait
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India