Setelah Sembilan Tahun, Produksi Minyak Indonesia Akhirnya Naik

- Kamis, 08 Januari 2026 | 13:40 WIB
Setelah Sembilan Tahun, Produksi Minyak Indonesia Akhirnya Naik

Ada kabar baik dari sektor energi kita. Sepanjang tahun 2025, produksi minyak bumi Indonesia ternyata berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia baru-baru ini membeberkan datanya. Lifting minyak mencapai rata-rata 605.300 barel per hari, sedikit di atas target APBN yang 605.000 barel. Angka itu mungkin cuma selisih tipis, tapi maknanya besar: ini adalah pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir produksi minyak kita mengalami kenaikan.

“Target kita di APBN, lifting itu 605 ribu barel per day,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis lalu.

“Alhamdulillah target kita hari ini, itu mencapai 605,3 ribu barel per day. Jadi target lifting kita Alhamdulillah mencapai target bahkan melampaui, sekalipun ini sedikit.”

Kalau dilihat per bulan, perjalanannya memang naik turun. Produksi sempat merosot ke titik terendah di Oktober, cuma 567 ribu barel per hari. Namun, trennya membaik secara signifikan di paruh kedua tahun. Puncaknya terjadi di Desember, dengan capaian mengesankan 652,9 ribu barel per hari. Fluktuasi itu wajar, yang penting rata-rata akhir tahun berhasil melampaui ekspektasi.

Lain cerita dengan gas bumi. Di sektor ini, lifting rata-rata sepanjang 2025 tercatat 951,8 ribu barel setara minyak per hari. Sayangnya, angka ini belum menyentuh target APBN yang dipatok di 1.005 ribu. Pemerintah sendiri menilai capaian ini tetap stabil, mengingat tantangan yang dihadapi tidak mudah. Ada faktor penurunan produksi alamiah dari lapangan migas tua, ditambah infrastruktur di beberapa wilayah yang masih terbatas.

Data bulanan menunjukkan kinerja gas berfluktuasi antara 913,7 hingga 977,9 ribu barel setara minyak. Pencapaian tertinggi terjadi di Maret, sementara Agustus menjadi bulan dengan produksi paling rendah. Menjelang tutup tahun, ada penguatan lagi lifting di Desember naik ke level 964,0.

Nah, untuk menjaga momentum ini, pemerintah punya sejumlah strategi. Bahlil menegaskan, upaya optimalisasi produksi akan terus didorong. Caranya lewat percepatan proyek hulu migas, menghidupkan kembali sumur-sumur yang menganggur, dan mengembangkan lapangan baru. Penyederhanaan perizinan dan pemberian insentif investasi juga jadi bagian dari paket kebijakan untuk menjaga keberlanjutan produksi nasional.

Harapannya jelas. Tren positif di sektor minyak ini bisa jadi modal berharga untuk memperbaiki kinerja lifting migas secara keseluruhan di tahun 2026. Apalagi, sejumlah proyek pengembangan lapangan baru diprediksi mulai beroperasi, dan aktivitas eksplorasi juga semakin digenjot. Mari kita nantikan bersama.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar