PT Karya Pacific Investama (KPI) resmi meluncurkan penawaran tender sukarela untuk saham PT MNC Energy Investments Tbk, atau IATA. Ini langkah strategis yang bakal mengubah peta kepemilikan perusahaan energi itu.
Mereka menargetkan sebanyak-banyaknya 535,4 juta saham. Angka itu setara dengan sekitar 1,71% dari total modal yang sudah ditempatkan dan disetor IATA. Kalau tender ini berjalan mulus, dampaknya bakal signifikan.
Soal harga, KPI menawarkan Rp99 per lembar saham. Menurut keterbukaan informasi yang dirilis Rabu (7/1/2025), angka itu nggak asal. Mereka bilang harga itu ditentukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga tertinggi harian saham IATA di BEI selama 90 hari terakhir, tepatnya sebelum 6 Januari 2026.
Nantinya, periode penawarannya direncanakan berlangsung cukup lama, dari 5 Februari sampai 6 Maret 2026. Nah, kalau semua beres, kepemilikan KPI diprediksi bakal naik drastis. Dari yang sebelumnya 48,79%, bisa melonjak jadi 50,5%.
Artinya apa? KPI akan jadi pengendali baru IATA. Perusahaan sudah memastikan dana untuk transaksi ini tersedia dan siap dibayarkan lunas ke para pemegang saham yang menerima tawaran.
Sebenarnya, ini bukan aksi pertama KPI. Mereka sudah lebih dulu memborong saham IATA pada 8 Desember 2025 lalu. Waktu itu, mereka menggelontorkan Rp125,93 miliar untuk mendapatkan sekitar 4,03% saham, atau setara 1,26 miliar lembar, dengan harga Rp100 per saham.
Di pasar, saham IATA sendiri terpantau melemah 0,58% pada Rabu (7/1), ditutup di harga Rp171 per saham. Meski turun hari itu, performa satu bulannya justru luar biasa, mencetak penguatan hingga 62,86%.
Artikel Terkait
Jababeka Bagikan Dividen Rp42,31 Miliar, Setara Rp2 per Saham
Pendapatan Non-Tambang PT Dian Swastatika Sentosa Naik Jadi 7,6 Persen, Didorong Bisnis Digital dan Teknologi
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
IPCM Alokasikan Rp74 Miliar untuk Pengadaan Kapal Baru pada 2026