INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi

- Sabtu, 11 April 2026 | 15:40 WIB
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk, atau yang dikenal dengan kode INET, punya rencana baru. Perusahaan ini berencana menambah lini bisnisnya ke perdagangan besar peralatan telekomunikasi. Langkah ini tak lepas dari penyesuaian kerja sama layanan IP Transit yang baru saja mereka lakukan.

Dulu, kerja sama itu hanya dengan PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). Sekarang, skemanya beralih ke induk usahanya, PT Jaringan Infra Andalan (JIA). Keduanya masih dalam satu payung grup, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Perubahan ini membuat cakupan layanan jadi lebih luas, mencakup Fiber to the Home (FTTH) hingga Fixed Wireless Access (FWA).

Menurut Sekretaris Perusahaan INET, Arki Rifazka, struktur baru ini membuka peluang lebih besar.

Lalu, apa yang mendasari rencana ekspansi ini? Rupanya, perusahaan melihat prospek pasar yang sangat cerah. Kajian kelayakan yang dirilis ke BEI menunjukkan angka yang menarik. Penetrasi internet di Indonesia diproyeksikan tembus 80,66 persen pada 2025. Itu artinya, sekitar 229,4 juta jiwa akan terkoneksi. Angka ini tentu jadi sinyal hijau bagi bisnis peralatan telekomunikasi.

Ada satu tren kunci yang mendorong peluang ini. Masyarakat mulai banyak beralih dari paket data seluler ke WiFi rumah atau Fixed Broadband. Lonjakannya signifikan, mencapai 28,43 persen. Pergeseran ini langsung membuka pasar untuk perangkat-perangkat pendukung seperti OLT, ONT, router, dan switch.

Pulau Jawa, dengan penetrasi internet hampir 85 persen, memang pasar yang sudah matang. Namun di sisi lain, kesenjangan akses di luar Jawa justru jadi ruang pertumbuhan jangka panjang. Di sinilah operator dan penyedia layanan internet (ISP) – yang menjadi target utama INET – masih punya banyak pekerjaan rumah.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar