Artinya apa? KPI akan jadi pengendali baru IATA. Perusahaan sudah memastikan dana untuk transaksi ini tersedia dan siap dibayarkan lunas ke para pemegang saham yang menerima tawaran.
Sebenarnya, ini bukan aksi pertama KPI. Mereka sudah lebih dulu memborong saham IATA pada 8 Desember 2025 lalu. Waktu itu, mereka menggelontorkan Rp125,93 miliar untuk mendapatkan sekitar 4,03% saham, atau setara 1,26 miliar lembar, dengan harga Rp100 per saham.
Di pasar, saham IATA sendiri terpantau melemah 0,58% pada Rabu (7/1), ditutup di harga Rp171 per saham. Meski turun hari itu, performa satu bulannya justru luar biasa, mencetak penguatan hingga 62,86%.
Artikel Terkait
Durian Beku Indonesia Resmi Pecah Pasar China
IHSG Melaju ke 9.000, Saham RLCO Melonjak 25%
Harga Emas Antam Melonjak Rp 7.000, Konsumen Bebas PPh 22
IHSG Melonjak 54 Poin, Rupiah Justru Tergerus di Awal Perdagangan