Ukraina Serang Stasiun Minyak Rusia di Tatarstan, Picu Ketegangan dengan Hongaria dan Slovakia

- Selasa, 24 Februari 2026 | 21:15 WIB
Ukraina Serang Stasiun Minyak Rusia di Tatarstan, Picu Ketegangan dengan Hongaria dan Slovakia

KYIV Kebakaran melalap sebuah stasiun pemompaan minyak di Rusia, dini hari tadi. Menurut seorang pejabat keamanan Ukraina, insiden itu adalah hasil serangan drone yang dilancarkan negaranya. Targetnya bukan sembarangan: stasiun Kaleykino di wilayah Tatarstan itu merupakan bagian vital dari jaringan pipa Druzhba, jalur arteri yang mengalirkan minyak mentah Rusia ke jantung Eropa Timur.

Lokasi serangan ini cukup mengejutkan. Almetyevsk, kota terdekat dari stasiun yang diserang, terletak lebih dari 1.200 kilometer dari garis depan perang. Serangan ini menunjukkan jangkauan kemampuan Ukraina yang semakin jauh ke dalam wilayah Rusia.

Namun begitu, versi cerita dari pihak Rusia berbeda. Pemerintah lokal Almetyevsk, lewat pesan di Telegram, mengaku pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan beberapa drone. Menurut mereka, kebakaran di kawasan industri itu dipicu oleh puing-puing drone yang jatuh. Pernyataan mereka sama sekali tidak menyebut pipa Druzhba atau tingkat kerusakan yang sebenarnya.

Ini bukan kali pertama jalur minyak penting itu disasar. Serangan terbaru ini hanyalah satu dari rangkaian aksi yang berpotensi memicu ketegangan baru. Kali ini, bukan cuma dengan Moskow, tapi juga dengan dua tetangga Ukraina: Hongaria dan Slovakia. Kedua negara itu sudah sejak lama menuduh Kyiv sengaja mengganggu aliran minyak yang menuju kilang-kilang mereka.

Faktanya, pengiriman minyak Rusia untuk Hongaria dan Slovakia benar-benar terhenti sejak akhir Januari lalu. Saat itu, Ukraina menyebut peralatan pipa di wilayah baratnya rusak diserang drone Rusia. Ironisnya, di tengah peperangan, Kyiv selama ini justru tetap mengizinkan minyak Rusia transit melintasi wilayahnya meski transit gas sudah dihentikan tahun lalu.

Dampaknya kini terasa. Hongaria dan Slovakia sampai mengancam akan memutus pasokan listrik ke Ukraina jika minyak tak lagi mengalir. Ancaman itu serius. Sekitar 70 persen listrik impor Ukraina bergantung pada kedua negara itu, sementara separuh lebih pembangkit listrik dalam negeri mereka sudah hancur atau rusak parah akibat perang.

Ketegangan diplomatik pun meruyak. Pada hari yang sama, Senin itu, Hongaria memblokir rencana sanksi tambahan Uni Eropa untuk Rusia dan sebuah paket pinjaman besar untuk Ukraina. Langkah ini dianggap sebagai pukulan bagi konsensus Eropa yang mendukung Kyiv, tepat menjelang peringatan empat tahun perang.

Kemarahan Hongaria diungkapkan langsung oleh Perdana Menterinya, Viktor Orban. Dalam sebuah surat kepada Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, yang dilihat Reuters, Orban menyebut gangguan pada Druzhba sebagai "tindakan permusuhan tanpa provokasi yang merusak keamanan energi Hongaria."

Ia berjanji akan terus memblokir pinjaman untuk Ukraina sampai masalah ini menemui jalan keluar. Ancaman itu menggantung, menambah rumit peta konflik yang sudah terlampau ruwet.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar