Kalau kamu melintas di Jalan Raya Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pemandangannya kini lain. Deretan lapangan padel berjejer, bak jamur di musim hujan. Tak heran, warga sekitar mulai menyebut kawasan Desa Pagerhaur dan Rancalele ini dengan julukan baru: 'Kampung Padel'.
Menurut pantauan di lokasi, setidaknya ada tujuh lapangan yang tersebar di dua desa itu. Yang menarik, posisinya saling berdekatan. Bahkan di Rancalele, dua lapangan hanya dipisahkan oleh selisih sepuluh sampai lima belas meter saja. Jarak yang sangat dekat.
Di Pagerhaur, situasinya mirip. Enam lapangan berdiri dengan jarak yang hampir bersinggungan ada yang bersampingan, ada yang berseberangan jalan. Paling jauh pun, ya, sekitar lima belas meteran. Suara bola yang memantul dan sorak-sorai pemain seolah tak pernah putus dari satu lapangan ke lapangan lainnya.
Soal fasilitas, kebanyakan memang menyediakan tempat parkir. Meski begitu, ada juga yang lokasi parkirnya agak terpisah, jadi pengunjung harus sedikit berjalan.
Yang bikin cerita ini makin hidup adalah kedekatannya dengan kehidupan warga sehari-hari. Bayangkan, ada lapangan yang dindingnya nyaris menempel dengan rumah penduduk. Pemilik rumah bisa dengan mudah menyaksikan permainan dari balik jendela mereka. Suasananya jadi campur aduk antara area privat dan publik.
Di sisi lain, tak sedikit pula lapangan yang menyelip di antara pertokoan, warung makan, atau bengkel. Kawasan ini ternyata tak cuma soal padel. Fasilitas olahraga lain seperti gym, lapangan golf, hingga badminton juga ada. Bahkan, toko yang khusus menjual peralatan padel dan golf ikut meramaikan.
Lalu, bagaimana tanggapan warga dan pedagang setempat tentang fenomena ini?
Artikel Terkait
JICT Salurkan 44 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok
DPR Soroti Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Konferensi Internasional Denmark, Kemendiktisaintek Lakukan Pendalaman
Bobby/Melati Tumbang di Singapore Open 2026 Usai Dua Kesalahan Krusial di Momen Kritis
Fadli Zon: Iduladha Momen Perkuat Solidaritas Sosial dan Kepedulian Sesama