Angka korban jiwa terus membengkak. Dari laporan awal 80 orang, kini Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, menyatakan korban tewas akibat serangan militer AS di Karakas telah mencapai 100 orang. Ia tak memberikan rincian lebih jauh, hanya menyebut angka itu dengan singkat.
"100 orang... tewas," ujar Cabello dalam pernyataannya yang disiarkan Telesur, Kamis (8/1/2026).
Serangan yang mengguncang Ibu Kota Venezuela pada 3 Januari itu memang brutal. Menurut kabar dari The New York Times yang mengutip sumber dalam pemerintahan, dari 80 korban awal, banyak di antaranya adalah pasukan pengawal dan staf sipil istana kepresidenan. Serangan itu juga berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta Ibu Negara Cilia Flores.
Namun begitu, penangkapan itu tak berjalan mulus tanpa cedera. Cabello mengungkapkan bahwa baik Maduro maupun Flores mengalami luka-luka dalam operasi tersebut.
"Silvia menderita luka di kepala dan mendapat pukulan di tubuh, sementara Maduro menderita luka di kaki," jelasnya.
Ada satu momen dramatis yang coba direkonstruksi oleh Cabello. Katanya, pasukan elite Delta Force AS awalnya tidak berniat membawa serta Ibu Negara.
"Ketika tiba saatnya untuk peristiwa yang sangat traumatis ini, saat membawa Nicolas Maduro pergi, mereka tidak berencana membawa Cilia."
Tapi Flores bersikeras. Dengan tegas ia konfrontir pasukan itu.
"Cilia mengatakan kepada mereka, 'Jika kalian membawa suami saya, kalian juga harus membawa saya'," kata Cabello, menirukan perkataan Flores.
Situasi di Karakas masih tegang. Dengan korban yang kini menyentuh tiga digit, gelombang kemarahan dan duka pasti akan terus bergulir. Laporan-laporan detail masih simpang siur, tapi satu hal jelas: dampak dari serangan itu jauh lebih dalam dan berdarah dari yang pertama kali dikabarkan.
Artikel Terkait
David Beckham Resmi Jadi Miliarder Berkat Kerajaan Bisnis Pasca-Pensiun
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Ditargetkan Rampung Juni 2026, Siap Digunakan Tahun Ajaran Baru
Fabregas Tegas Tolak Kepulangan Nico Paz ke Real Madrid
Pemerintah Pastikan Harga Beras SPHP Tidak Naik Meski Dolar Menguat