Di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa lalu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan penjelasan soal wacana "gentengisasi" yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto. Rupanya, pemerintah sedang menggodok teknis pelaksanaannya.
Bagi Prasetyo, gagasan ini bukan sekadar soal mengganti atap seng. Ia menegaskan bahwa ide tersebut berakar dari semangat besar Presiden untuk mendongkrak pariwisata nasional.
"Jadi pertama begini," ujar Prasetyo memulai penjelasannya.
"Semangatnya adalah kalau kita lihat secara utuh, pertama Bapak Presiden berpendapat bahwa salah satu yang harus kita dorong adalah sektor pariwisata. Salah satu kunci dari sektor pariwisata itu, kan, adalah berkenaan dengan masalah kebersihan, keindahan."
Menurutnya, persoalan atap seng dan sampah sama-sama menarik perhatian Prabowo dalam konteks menata lingkungan. Pesan soal gentengisasi yang disampaikan dalam Rakornas kemarin, kata dia, bukanlah hal yang berdiri sendiri. Itu bagian dari sebuah gambaran yang lebih luas.
"Intinya adalah mari kita bersama-sama. Beliau sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, menggugah kita semua untuk menjadikan lingkungan kita jauh lebih bersih, jauh lebih rapi, jauh lebih indah," katanya.
Diharapkan, upaya ini bisa menciptakan zona-zona wisata yang menarik, terutama bagi turis mancanegara. Namun begitu, Prasetyo kembali menekankan bahwa gentengisasi hanyalah satu bagian kecil dari visi besar tersebut.
"Jadi bukan sekadar masalah gentengisasinya," ujarnya. "Tapi lebih dari itu, bagian kecil dari apa yang dikehendaki oleh Bapak Presiden."
Lalu, bagaimana dengan pendanaan dan teknisnya? Soal itu, Prasetyo mengaku pembahasan masih berlangsung. Beberapa kementerian terkait masih duduk bersama membicarakan detilnya.
"Pertama, kalau berkenan dengan teknis, sedang didiskusikan dengan beberapa lintas kementerian," pungkasnya.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI
Indosat Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun di Tengah Ekspansi Strategi AI
Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 Miliar
Pendapatan HAJJ Tembus Rp287,64 Miliar di Kuartal I-2026, Margin Laba Kotor Melonjak 55 Persen