PKS di Persimpangan: Ikut Arus Kekuasaan atau Teguh pada Prinsip?

- Kamis, 08 Januari 2026 | 16:50 WIB
PKS di Persimpangan: Ikut Arus Kekuasaan atau Teguh pada Prinsip?

Publik masih menunggu. Sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) soal usulan Pilkada lewat DPRD, sampai sekarang belum juga jelas. Arah mereka seperti masih mengambang, dan banyak yang penasaran, akhirnya bakal ke mana.

Menurut Alip Purnomo dari IndexPolitica, situasi ini bukan sekadar kebimbangan biasa. PKS lagi berada di persimpangan yang cukup pelik. Di satu sisi, ada tawaran kenyamanan dan keuntungan praktis dengan tetap berada di lingkar kekuasaan saat ini. Di sisi lain, ada pilihan untuk konsisten pada sikap, yang meski mungkin kurang menguntungkan sekarang, bisa jadi modal berharga untuk masa depan.

“PKS sedang menghitung arah, memilih kenyamanan menabung uang dalam kekuasaan hari ini atau konsistensi sikap untuk menabung suara menuju Pemilu 2029,”

Begitu kata Alip dalam keterangannya, Kamis lalu.

Kalau dilihat dari hitung-hitungan suara di parlemen, posisi PKS sebenarnya tidak terlalu menentukan. Koalisi pendukung Pilkada DPRD sudah punya angka cukup untuk menang voting, dengan atau tanpa suara dari PKS. Artinya, secara matematis, mereka bisa dibilang 'aman' untuk memilih mana saja.

Nah, justru karena itulah Alip menilai langkah paling rasional bagi PKS adalah bersikap oposisi. Bergabung dengan kubu pendukung tidak akan memberi nilai tambah politik apa-apa. Malah, bisa terlihat sekadar ikut-ikutan.

“Sebaliknya, jika PKS bersama PDIP menolak kebijakan ini, mereka akan tampil sebagai kekuatan moral, partai yang berpihak pada rakyat dan menjaga marwah reformasi,”

jelasnya lagi.


Halaman:

Komentar