Publik masih menunggu. Sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) soal usulan Pilkada lewat DPRD, sampai sekarang belum juga jelas. Arah mereka seperti masih mengambang, dan banyak yang penasaran, akhirnya bakal ke mana.
Menurut Alip Purnomo dari IndexPolitica, situasi ini bukan sekadar kebimbangan biasa. PKS lagi berada di persimpangan yang cukup pelik. Di satu sisi, ada tawaran kenyamanan dan keuntungan praktis dengan tetap berada di lingkar kekuasaan saat ini. Di sisi lain, ada pilihan untuk konsisten pada sikap, yang meski mungkin kurang menguntungkan sekarang, bisa jadi modal berharga untuk masa depan.
“PKS sedang menghitung arah, memilih kenyamanan menabung uang dalam kekuasaan hari ini atau konsistensi sikap untuk menabung suara menuju Pemilu 2029,”
Begitu kata Alip dalam keterangannya, Kamis lalu.
Kalau dilihat dari hitung-hitungan suara di parlemen, posisi PKS sebenarnya tidak terlalu menentukan. Koalisi pendukung Pilkada DPRD sudah punya angka cukup untuk menang voting, dengan atau tanpa suara dari PKS. Artinya, secara matematis, mereka bisa dibilang 'aman' untuk memilih mana saja.
Nah, justru karena itulah Alip menilai langkah paling rasional bagi PKS adalah bersikap oposisi. Bergabung dengan kubu pendukung tidak akan memberi nilai tambah politik apa-apa. Malah, bisa terlihat sekadar ikut-ikutan.
“Sebaliknya, jika PKS bersama PDIP menolak kebijakan ini, mereka akan tampil sebagai kekuatan moral, partai yang berpihak pada rakyat dan menjaga marwah reformasi,”
jelasnya lagi.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Ungkap Enam Versi Ijazah Jokowi, Soroti Emboss Misterius dari Polda
Ahok Bongkar Motif di Balik Wacana Pilkada Lewat DPRD: Ini Pasar Gelap Politik!
Di Tengah Sorak Petani Karawang, Prabowo Sindir Elit yang Kerjanya Cuma Ngejek
Retret di Hambalang: Prabowo Kumpulkan Menteri, Bukan Cuma untuk Evaluasi