Di sisi lain, kondisi kredit bermasalah atau NPL diprediksi tetap terkendali. Angkanya kemungkinan besar bertengger di level rendah, sekitar 2 persen. Meski begitu, tekanan tetap ada. Sektor UMKM kerap menjadi titik rawan. Segmen ini memang cepat tumbuh saat ekonomi membaik, tapi juga paling rentan terpukul ketika situasi makro melemah.
Faktor lain yang turut mendongkrak optimisme adalah berbagai program pemerintah yang sedang berjalan. Implementasi kebijakan fiskal, perdagangan, industri, dan investasi diyakini akan memberikan efek berantai yang positif. Konsumsi rumah tangga dan investasi dunia usaha bisa ikut terdorong. Alhasil, permintaan terhadap kredit perbankan pun diprediksi ikut naik.
Singkatnya, panorama perbankan tahun depan tampak cerah dengan angin sepoi-sepoi dari suku bunga yang lebih rendah. Tentu, dengan catatan tetap waspada pada segmen-segmen yang rentan.
Artikel Terkait
KPK Alihkan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Rumah
Menteri Luar Negeri Iran Ucapkan Idulfitri dan Apresiasi Dukungan Indonesia, Malaysia, Brunei
Spalletti Geram, Juventus Gagal Penalti Lagi dan Cuma Raih Satu Poin Lawan Sassuolo
Bupati Bone Imbau Warga Alihkan Tabungan ke Emas Antisipasi Inflasi