Di sisi lain, kondisi kredit bermasalah atau NPL diprediksi tetap terkendali. Angkanya kemungkinan besar bertengger di level rendah, sekitar 2 persen. Meski begitu, tekanan tetap ada. Sektor UMKM kerap menjadi titik rawan. Segmen ini memang cepat tumbuh saat ekonomi membaik, tapi juga paling rentan terpukul ketika situasi makro melemah.
Faktor lain yang turut mendongkrak optimisme adalah berbagai program pemerintah yang sedang berjalan. Implementasi kebijakan fiskal, perdagangan, industri, dan investasi diyakini akan memberikan efek berantai yang positif. Konsumsi rumah tangga dan investasi dunia usaha bisa ikut terdorong. Alhasil, permintaan terhadap kredit perbankan pun diprediksi ikut naik.
Singkatnya, panorama perbankan tahun depan tampak cerah dengan angin sepoi-sepoi dari suku bunga yang lebih rendah. Tentu, dengan catatan tetap waspada pada segmen-segmen yang rentan.
Artikel Terkait
Prabowo Undang Pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI Bahas Inisiatif Perdamaian Trump
Prabowo Geram: Sampah di Bali Dinilai Ancam Pariwisata Nasional
Rp 992 Triliun dari Tambang Ilegal, Satgas Buru Lokasi di Hutan
Gempa Dangkal M 4,1 Guncang Bener Meriah di Pagi Buta