Mantan Danjen Kopassus Sebut Pernyataan Kapolri "Tolol dan Konyol"
Kritik pedas datang dari mantan Danjen Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko. Kali ini, sasarannya adalah pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berjanji akan mempertahankan Polri "sampai titik darah penghabisan". Bagi Soenarko, ucapan itu bukan cuma berlebihan. Lebih dari itu, dia menilai pernyataan itu konyol, bahkan beraroma pembangkangan terhadap atasan langsung Kapolri, yaitu Presiden Prabowo Subianto.
"Saya bukan polisi, saya tentara," kata Soenarko dalam sebuah wawancara di channel YouTube Forum Keadilan, Selasa lalu.
Dia melanjutkan, "Dalam TNI, kalau atasan sudah memerintahkan sesuatu lalu dibantah, itu namanya pembangkangan dan pelanggaran berat."
Menurutnya, hierarki di Polri juga jelas. Sebagai kepala, Kapolri berada langsung di bawah Presiden. Karena itu, gaya bicara "bertahan sampai titik darah penghabisan" dianggapnya tidak pada tempatnya. Bahkan terkesan menantang.
"Kapolri ini kan bawahan langsung presiden. Kalau dia bicara seperti itu, seolah-olah menantang atasannya sendiri. Itu berlebihan dan konyol," tegas Soenarko.
Artikel Terkait
Sidang Ijazah Jokowi Ungkap Panggilan Masa Lalu: Jack dari Masa KKN
Persit Mimika Rayakan 80 Tahun dengan Setetes Darah untuk Sesama
Dokumen Epstein Buka Luka Lama, Dharma Pongrekun Dapat Permintaan Maaf Massal
BNPB Soroti Longsor sebagai Ancaman Fatal di Tengah Dominasi Bencana Hidrometeorologi 2025