Badai di Bursa: Dirut BEI Mundur Mendadak Usai IHSG Babak Belur

- Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12 WIB
Badai di Bursa: Dirut BEI Mundur Mendadak Usai IHSG Babak Belur

Kamis malam itu, suasana di Bursa Efek Indonesia masih tegang. IHSG baru saja babak belur, anjlok 8% untuk hari kedua berturut-turut. Tak lama setelah pasar tutup, sejumlah wartawan menerima undangan mendadak dari humas BEI. Agendanya: diskusi dengan Dirut BEI Iman Rachman, esok pagi Jumat.

Rapat dijadwalkan pukul 08.30. Beberapa jurnalis sudah datang lebih awal, memadati ruang pers. Tapi Iman sendiri baru muncul setelah perdagangan dibuka pukul sembilan. Sekitar sepuluh menit kemudian, dia masuk didampingi beberapa pejabat lain. Yang terjadi selanjutnya di luar dugaan semua orang.

Alih-alih diskusi, Iman langsung menyampaikan pernyataan singkat. Tanpa sesi tanya jawab.

Ucapannya itu disampaikan di BEI, Jakarta, Jumat pagi. Tim humas yang menyebarkan undangan pun tampak kaget. Mereka baru tahu soal pengunduran diri itu saat konferensi pers berlangsung. Iman mundur jauh lebih cepat, menyisakan sekitar lima bulan sebelum masa jabatannya berakhir di Juni 2026. Pasar modal Indonesia tiba-tiba kehilangan nahkodanya di tengah badai.

lanjut Iman. Dialah yang pernah membawa IHSG mencetak rekor tertinggi di level 9.002,92 pada awal Januari. Tapi prestasi ‘to the moon’ itu seakan terlupakan. Pekan terakhir Januari benar-benar menghantam.

Rabu (28/1), BEI terpaksa membekukan perdagangan (trading halt) hanya 13 menit setelah sesi kedua dibuka. Penyebabnya, IHSG terjun bebas 8%. Kejadian serupa terulang keesokan harinya. Kamis (29/1), trading halt kembali diterapkan 25 menit setelah pembukaan, lagi-lagi karena indeks merosot 8%.

Dampaknya buruk. Dalam sepekan (23-30 Januari), IHSG terkoreksi 6,94%, dari 8.951,010 ke 8.329,606. Dana asing pun kabur, nyaris mencapai Rp 10 triliun.

Pemicu utama kekacauan ini datang dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lembaga penyedia indeks global itu mengumumkan pembekuan perubahan untuk saham-saham Indonesia. Artinya, tak ada saham kita yang masuk atau naik level di indeks MSCI.

MSCI menyoroti beberapa masalah klasik. Pertama, data free float (saham yang beredar) di pasar kita baru 7,5%, jauh dari standar minimal mereka yang 15%. Mereka juga menyoroti soal transparansi kepemilikan dan yang paling krusial: praktik ‘saham gorengan’ yang merusak pembentukan harga wajar.

begitu bunyi pernyataan MSCI.

MSCI memberi waktu hingga Mei 2026. Jika tak ada perbaikan signifikan, ancamannya berat: Indonesia bisa diturunkan peringkat dari emerging market ke frontier market sejajar dengan negara seperti Bangladesh atau Pakistan. Analis memprediksi, kalau sampai turun kelas, dana asing yang keluar bisa tembus 50 miliar USD atau setara Rp 800 triliun lebih.

Analis pasar modal Handi Erawan memberi peringatan.

Diminta Mundur atau Sukarela?

Gelombang pengunduran diri ternyata tak berhenti di Iman. Jumat petang, empat pimpinan OJK ikut mundur secara bersamaan: Mahendra Siregar (Ketua Dewan Komisioner), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua), Inarno Djajadi, dan Aditya Jayaantara. Padahal masa jabatan mereka masih tersisa sekitar satu setengah tahun.

Dalam keterangan resminya, OJK menyebut langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung pemulihan. Alasan yang dimaklumi beberapa analis.

kata Muhammad Nafan Aji dari Mirae Asset Sekuritas.

Tapi Handi Erawan punya pandangan lain. Menurutnya, mundurnya Dirut BEI masih bisa dipahami sebagai konsekuensi trading halt. Tapi ketika pimpinan OJK ikut berguguran serentak, ada yang tak beres. Dia menduga ada tekanan dari Istana.

Bagi Handi, perhatian Prabowo ini justru sinyal positif. Selama ini publik menilai Prabowo kurang memperhatikan pasar modal. Bahkan dia pernah menyamakan bursa saham dengan judi untuk rakyat kecil.

ucap Handi.

Kecurigaan Handi punya dasar. Sebuah sumber yang baru-baru ini bertemu Prabowo menceritakan, Presiden geram dengan anjloknya IHSG. Dia disebut memberi ultimatum: pejabat yang merasa bertanggung jawab harus mundur sebelum Jumat pukul 18.00. Kalau tidak, bakal ada konsekuensi hukum. Dan benar, hingga Jumat malam, total lima pejabat telah mengundurkan diri.


Halaman:

Komentar