Impack Pratama Bidik Rp5,1 Triliun di 2026, Laba Ditargetkan Tembus Rp700 Miliar

- Selasa, 03 Februari 2026 | 16:40 WIB
Impack Pratama Bidik Rp5,1 Triliun di 2026, Laba Ditargetkan Tembus Rp700 Miliar

Impack Pratama Industri (IMPC) punya target yang cukup ambisius untuk akhir tahun depan. Mereka membidik pendapatan hingga Rp5,1 triliun, dengan laba bersihnya diharapkan bisa tembus di atas Rp700 miliar. Angka-angka ini tentu bukan main-main.

Namun begitu, target itu bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba. Sebab, sepanjang 2025 ini, perusahaan sudah menunjukkan kinerja yang solid. Estimasi pendapatan mereka diproyeksikan melampaui Rp4,2 triliun. Kalau dibandingin sama realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp3,9 triliun, kenaikannya sekitar 10 persen. Untuk laba bersih, perkiraannya juga menggembirakan, yakni di atas Rp600 miliar.

Direktur Utama IMPC, Haryanto Tjiptodihardjo, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian ini.

"Kami bersyukur atas pencapaian ini, yang tidak lepas dari kerja keras, kolaborasi, dan inovasi seluruh tim Perseroan," ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (3/2/2026).

Haryanto menambahkan, dengan dukungan sekitar 3.000 karyawan, perusahaan terus berupaya menciptakan nilai tambah ekonomi. Mulai dari rantai produksi hingga distribusi, yang katanya turut mendorong perputaran ekonomi dan berdampak bagi puluhan ribu pemangku kepentingan.

Di sisi lain, untuk menggenjot rencana ekspansi, perusahaan juga sudah melakukan aksi korporasi. Pada semester kedua 2025, mereka berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp586,1 miliar. Caranya lewat Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), dengan menerbitkan sekitar 638,5 miliar saham baru. Dana inilah yang nantinya akan dipakai untuk mendukung ekspansi di tahun 2026.

Haryanto tampaknya sangat yakin dengan kondisi perusahaan saat ini.

"Dengan neraca yang sehat serta posisi arus kas yang kuat, kami optimistis dapat mencetak pertumbuhan dua digit secara berkelanjutan setiap tahunnya," tuturnya.

Jadi, tahun depan akan jadi tahun yang menarik untuk dilihat. Apakah target Rp5,1 triliun itu bisa benar-benar direngkuh? Waktu yang akan menjawabnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar