IHSG Melonjak 200 Poin, Sentimen MSCI Picu Rebound Spektakuler

- Selasa, 03 Februari 2026 | 17:00 WIB
IHSG Melonjak 200 Poin, Sentimen MSCI Picu Rebound Spektakuler

Pasar saham Indonesia hari ini benar-benar menunjukkan taringnya. IHSG, yang beberapa hari terakhir terlihat lunglai, tiba-tiba melesat dengan energi yang luar biasa. Pada perdagangan Selasa (3/2/2026), indeks acuan kita itu ditutup naik tajam 200 poin, atau setara 2,52 persen, ke level 8.122. Sebuah rebound yang cukup menggembirakan.

Yang menarik, kenaikan ini didorong oleh kebangkitan saham-saham "konglo" yang sebelumnya tertekan. Saham-saham dari kelompok Bakrie, misalnya, tampil perkasa. BUMI melonjak 20 persen ke Rp264, sementara DEWA tak kalah gesit dengan kenaikan 14,13 persen ke Rp525. Meski begitu, jika dilihat dari performa sepekan, kedua saham ini sebenarnya masih dalam zona merah dengan pelemahan lebih dari 20 persen. Jadi, kenaikan hari ini lebih seperti pemulihan sesaat setelah terjun bebas.

Perjalanan indeks sepanjang hari cukup berliku. Sempat terperosok di awal sesi ke area 7.712, IHSG berhasil bangkit dan bahkan menembus level psikologis penting 8.000. Puncaknya ada di 8.122. Aktivitas perdagangan pun terlihat ramai, dengan nilai transaksi harian yang mencapai Rp28 triliun. Ini menunjukkan ada minat beli yang cukup kuat masuk ke pasar.

Lalu, apa pemicunya? Tampaknya, sentimen positif ini berawal dari sebuah pertemuan penting Senin sore kemarin.

OJK bersama BEI dan KSEI dikabarkan menggelar duduk bersama dengan tim analis dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pertemuan itu membahas dua isu krusial: transparansi kepemilikan saham dan likuiditas pasar terkait free float.

Hasil pertemuan itu, meski detailnya belum sepenuhnya terbuka, seolah memberi angin segar bagi investor.

Kenaikan IHSG juga bukan sekadar cerita indeks gabungan semata. Papan-papan lainnya ikut mencatatkan warna hijau. LQ45 naik 2,17 persen, IDX30 menguat 2,14 persen. Bahkan, papan JII dan ISSI justru meroket lebih tinggi, masing-masing 4,56 persen dan 3,75 persen. Semua sektor di papan utama bergerak positif, menandakan kenaikan yang cukup luas.

Sektor industri dasar jadi penopang utama, dengan saham seperti TPIA yang naik 11 persen dan AMMN yang menguat 6,2 persen. Sektor industrial juga tak mau kalah, didorong kinerja ASII dan UNTR yang masing-masing naik 8,4 persen dan 7,1 persen.

Di papan gainers, ada beberapa nama yang melesat sangat tinggi. GTSI memimpin dengan lonjakan 24,37 persen, disusul CBDK yang naik 23,49 persen, dan SCMA yang meroket 17,76 persen.

Namun begitu, di balik euforia ini, tetap ada saham-saham yang terkapar. Mereka yang masuk daftar top losers mengalami tekanan jual yang cukup berat. MORA melemah 14,86 persen, FILM turun 14,81 persen, dan UNIQ anjlok 14,29 persen. Ini mengingatkan kita bahwa dalam pasar yang sedang menguat sekalipun, selalu ada risiko dan selektivitas tetap diperlukan.

Secara keseluruhan, Selasa ini adalah hari yang cerah bagi Bursa Efek Indonesia. Setelah melalui tekanan, IHSG berhasil menunjukkan kekuatannya. Pertanyaannya sekarang, apakah momentum ini bisa bertahan? Atau hanya sekadar dead cat bounce? Wallahu a'lam. Kita tunggu saja perkembangan di hari-hari berikutnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar