Mantan Danjen Kopassus Sebut Pernyataan Kapolri "Tolol dan Konyol"
Kritik pedas datang dari mantan Danjen Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko. Kali ini, sasarannya adalah pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berjanji akan mempertahankan Polri "sampai titik darah penghabisan". Bagi Soenarko, ucapan itu bukan cuma berlebihan. Lebih dari itu, dia menilai pernyataan itu konyol, bahkan beraroma pembangkangan terhadap atasan langsung Kapolri, yaitu Presiden Prabowo Subianto.
"Saya bukan polisi, saya tentara," kata Soenarko dalam sebuah wawancara di channel YouTube Forum Keadilan, Selasa lalu.
Dia melanjutkan, "Dalam TNI, kalau atasan sudah memerintahkan sesuatu lalu dibantah, itu namanya pembangkangan dan pelanggaran berat."
Menurutnya, hierarki di Polri juga jelas. Sebagai kepala, Kapolri berada langsung di bawah Presiden. Karena itu, gaya bicara "bertahan sampai titik darah penghabisan" dianggapnya tidak pada tempatnya. Bahkan terkesan menantang.
"Kapolri ini kan bawahan langsung presiden. Kalau dia bicara seperti itu, seolah-olah menantang atasannya sendiri. Itu berlebihan dan konyol," tegas Soenarko.
Artikel Terkait
Menag Ajak Umat Islam Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial di Idulfitri
Khatib di Makassar Ingatkan Jemaah Idul Fitri untuk Berbakti kepada Orang Tua
Bournemouth Tahan Imbang Manchester United 2-2 dalam Drama Gol Bunuh Diri dan Kartu Merah
Tewas di Tepi Sungai Lasolo, Abdul Kahar Muzakkar Akhiri Pemberontakan 12 Tahun